Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Senin, 18 Maret 2013

GUBERNUR KEPRI OPTIMISTIS PERTUMBUHAN INVESTASI MENINGKAT

Kamis, 14 Maret 2013  (sumber : ANTARA)

Gubernur Kepulauan Riau, Muhammad Sani optimistis pertumbuhan investasi meningkat pada 2013 dengan datangnya sejumlah investor mancanegara menjajaki investasi di daerah setempat.

"Saya sudah berjumpa dengan para investor asal Afrika Selatan di Batam dan sejumlah investor lainnya yang akan menanamkan investasi," kata Sani di Tanjungpinang, Kamis.

Gubernur mengatakan, nilai investasi yang masuk ke Kepri pada 2013 diperkirakan mencapai Rp17 triliun dan terbesar di Batam.

"Saat ini pertumbuhan ekonomi Kepri sudah mencapai 8,21 persen dan pertumbuhan ekonomi tersebut 60 persen diantaranya disumbangkan oleh investasi," katanya.

Menurut dia, investor yang sudah menyatakan kesiapannya menanamkan investasi di Batam adalah pada bidang perminyakan di Pulau Kepala Jeri dengan nilai Rp10 triliun dan juga Pulau Janda Berhias.

"Di Pulau Kepala Jeri tinggal masalah lahan, investornya sudah siap menamankan investasi senilai Rp10 triliun," katanya.

Dengan munculnya sejumlah kawasan industri baru menurut Sani akan menyerap ribuan tenaga kerja yang juga mendorong naiknya pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sementara kerja sama dengan Afrika Selatan yang memungkinkan dalam waktu dekat menurut Sani adalah ekspor produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) karena pasar di Afrika Selatan cukup menjanjikan.

"Kerja sama tersebut secara teknis akan dibahas dalam waktu dekat," katanya.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Eastern Cape Afrika Selatan, Naxolo Kiviet saat berkunjung ke Batam mengatakan, sejumlah pengusaha dari Eastern Cape tertarik untuk menanamkan investasi di Batam dalam sektor maritim termasuk perikanan, perkapalan, pertanian, dan pariwisata dengan bekerjasama dengan BP Batam.

"Kerja sama dengan BP Batam merupakan salah satu upayanya membuka pasar jasa pelabuhan kargo Afrika-Asia agar memudhkan lalulintas barang," kata dia.

Saat ini, kata dia, Eastern Cape memiliki pelabuhan transhipment besar yang memungkinkan untuk membuka pasar komoditas ke Asia terutama Indonesia dan sebaliknya.

"Kami merasa harus mencari peluang jasa kargo dan logistik di pasar Asia. Untuk membuka pintu pasar tersebut, kami harapkan bisa melalui Batam," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar