Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Rabu, 10 Oktober 2012

Kenali Penyakit Jantung Usia Dini

Rabu, 10 Oktober 2012 (Sumber : Haluan Kepri)
OPINI DAN LAYANAN UMUM
oleh  : dr. Finna Augustina S (Dokter Magang SMF Kardiologi RSOB-BP Batam)


Tingginya angka kejadian penyakit jantung pada wanita dan anak-anak yang terus meningkat setiap tahunnya, serta rendahnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat mengenai penyakit jantung pada wanita dan anak-anak membuat World Heart Federation mengangkat tema tersebut. Harapannya masyarakat lebih dapat memahami berbagai penyakit jantung pada wanita dan anak-anak yang serngkali tidak terdeteksi secara dini.

Berdasarkan data Children Heart Foundation, pada setiap tahun sebanyak 1.000.000 bayi di seluruh dunia lahir dengan penyakit jantung bawaan. Dimana 100.000 diantaranya tidak akan dapat melewati tahun pertama kehidupannya, dan ribuan bayi lainnya akan meninggal sebelum mencapai usia dewasa. Keadaan ini seringkali tidak disadari oleh masyarakat awam, sehingga angka kematian anak-anak yang disebabkan oleh penyakit jantung ini terus meningkat. Oleh karena itu, kita perlu memahami lebih jauh mengenai tanda-tanda penyakit ini sehingga kita dapat melakukan deteksi dini terhadap penyakit jantung bawaan pada anak-anak.

Penyakit Jantung Bawaan
Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung atau pembuluh darah besar yang didapat sejak lahir. Kelainan struktur yang sering terjadi, antara lain tidak terbentuknya sekat antarruangan jantung, gangguan katup janutng, ruangan jantung yang tidak terbentuk dengan sempurna, serta kelainan letak pembuluh darah besar yang keluar dari jantung. Penyebab timbulnya kelainan ini belum dapat diketahui secara pasti. Akan tetapi berbagai faktor genetik dan lingkungan diduga menjadi salah satu penyebab timbulnya kelainan jantung bawaan ini.

Perkembangan jantung dalam kandungan dimulai sejak usia kehamilan mencapai 4 minggu. Dalam trimester pertama kehamilan itulah, berbagai faktor dapat mempengaruhi proses perkembangan jantung janin selama berada dalam kandungan. Seperti yang telah disebutkan di atas, faktor genetik menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya kelainan jantung bawaan. Seringkali penderita kelainan jantung bawaan ini mempunyai riwayat keluarga yang menderita penyakit yangs erupa atau adanya riwayat keluarga yang meninggal saat usia kanak-kanak dengan penyebab yang tidak diketahui sebelumnya.

Berbagai faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi perkembangan jantung janin saat masih berada dalam kandungan. Faktor lingkungan yang seringkali berhubungan dengan perkembangan jantung janin dalam kandungan adalah kebiasaan hidup ibu atau penyakit yang diderita ibu saat mengandung. Kebiasaan-kebiasaan yang seringkali dapat mengganggu perkembangan janin antara lain kebiasaan merokok, minum-minuman berakohol, dan penyalahgunaan obat-obatan. Selain itu, ibu yang menderita diabetes yang tidak terkontrol juga dapat mempengaruhi perkembangan jantung janin dalam kandungan. Oleh karena itu, pemeriksaan berkala kehamilan penting dilakukan agar perkembangan janin dalam kandungan dapat dipantau dengan baik dan janin dapat tumbuh dengan sehat.

Gejala
Penyakit jantung bawaan seringkali ditemukan pada masa kanak-kanak. Akan tetapi, tidak semua kelainan jantung bawaan langsung menimbulkan gejala saat lahir. Beberapa kelainan jantung bawaan sulit untuk dideteksi pada masa kanak-kanak, sehingga kelainan tersebut baru dapat ditemukan saat remaja dan dewasa. Pada umumnya, kelainan jantung bawaan yang berat dapat menimbulkan gejala dalam beberapa bulan pertama setelah lahir, sehingga seringkali dapat terdeteksi pada masa kanak-kanak. Akan tetapi kelainan jantung bawaan yang ringan seringkali tidak menimbulkan keluhan, sehingga seringkali pula tidak terdeteksi. Umumnya kelainan jantung bawaan ringan akan terdeteksi saat anak tersebut datang berobat ke dokter.

Penyakit jantung bawaan dapat dibagi menjadi dua. Penyakit jantung bawaan biru dan penyakiut jantung bawaan tanpa biru. Penyakit jantung bawaan biru lebih cepat menimbulkan gejala dan paling mudah dikenali. Gejala yang paling sering ditemukan adalahbayi menjadi biru saat menangis (bibir, kuku, dan lidah menjadi biru). Gejala-gejala lainnya antara lain, sulit bernapas, nafsu makan rendah, bayi sering tersedak atau terbatuk saat menyusu, berkeringat berlebih saat makan atau minum susu, pertumbuhan dan perkembangannya terhambat (berat badan sulit meningkat atau cenderung menurun, terlambat berjalan, dll), aktivitas anak berkurang (anak terlihat lemah), dan anak sering mengalami demam yang tidak diketahui penyebabnya. Beberapa gejala ini juga dapat ditemukan pada kelainan jantung bawaan tanpa biru yang berat. Pada beberapa kondisi dibutuhkan penanganan lebih lanjut baik dengan obat-obatan ataupun tindakan lainnya.

Peran Orang Tua
Jika para orang tua menemukan gejala-gejala tersebut pada anaka mereka, sebaiknya para orang tua membawa anak etrsebut ke dokter spesialis jantung untuk berkonsultasi dan mendapat penanganan lebih lanjut.

Kelainan jantung bawaan dapat dideteksi dengan melakukan pemeriksaan fisik, rontgen dan pemeriksaan penunjang lainnya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini memungkinkan deteksi dini penyakit jantung bawaan dapat dideteksi secara dini dan akurat dengan menggunakan pemeriksaan penunjang, yaitu Echocardiography. Dengan menggunakan alat ini, jenis dan beratnya penyakit jantung bawaan dapat ditentukan, sehingga dapat dilakukan penanganan lebih lanjut, baik berupa obat-obatan maupun tindakan lainnya. Di wilayah Kepulauan Riau, dokter spesialis jantung dan pemeriksaan Echocardiography sudah tersedia. Oleh karena itu, deteksi dini kelainan jantung bawaan dapat dilakukan.

Pengobatan
Tidak semua penmderita kelainan jantung bawaan membutuhkan obat-obatan. Pada beberapa kasus para penderita hanya perlu melakukan pemeriksaan berkala ke dokter spesialis jantung untuk memantau keadaannya. Akan tetapi sebagian kasus membutuhkan penanganan lebih lanjut, baik dengan obat-obatan maupun dengan tindakan lainnya. Oleh karena itu, kunjungan berkala anak-anak dengan kelainan jantung bawaan ke dokter spesialis jantung yang menanganinya sangat diperlukan. Hal ini dapat membantu para penderita agar dapat mengetahui kondisi kesehatannya dengan baik, serta agar dapat bertumbuh kembang secara optimal.

Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia dan mendukung gerakan World Heart Federation, Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Batam bekerjasama dengan RSOB-BP Batam telah menyelenggarakan Seminar Kesehatan Jantung yang bertemakan Pencegahan Penyakit Kardiovaskular pada Wanita dan Anak-anak, tanggal 7 Oktober 2012 lalu. Kegiatan tersebut merupakan salah satu edukasi bagi masyarakat, di mana para peserta yang hadir dapat berdiskusi langsung dengan para pembicara sehingga dapat memahami dengan baik cara-cara pencegahan penyakit jantung ini. Dengan diadakan seminar tersebut diharapkan masyarakat dapat lebih memahami berbagai penyakit jantung pada wanita dan anak-anak.

Pada akhirnya, penulis berharap kepedulian masyarakat terhadap kesehatan terutama penyakit jantung akan semakin meningkat. Penderita penyakit jantung bukan hanya laki-laki, tapi juga wanita dan anak-anak. Maka, sayangilah jantung anda demi jantung hati anda.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar