Info Barelang
Kamis, 31 Oktober 2013
UKM Batam Masih Seperti Industri RT
RSBP Batam Bantah Tuduhan Malpraktek
Kamis, 31 October 2013 ( sumber : Haluan Kepri )
SEKUPANG(HK)- Direktur RS BP Batam, Zul Indra mewakili manajemen Rumah Sakit BP Batam, membantah tuduhan sejumlah elemen masyarakat yang mengatakan telah terjadi malpraktek terhadap pasien bernama Heri Erwanto (25) di rumah sakit umum tersebut.
Rabu, 30 Oktober 2013
BP Batam dan BBIA Sosialisasikan HACCP
Rabu, 30 October 2013 (sumber : Haluan Kepri )
BATAM CENTRE (HK) - Badan Pengusahaan (BP) Batam bekerjasama dengan
Balai Besar Industri Agro (BBIA) mensosialisasikan Hazard Alaysis
Critical Control Point (HACCP) bagi Industri Kecil Menengah (IKM),
Selasa (29/10).
Agus Sudibyo, selaku persenter menuturkan, bahwa para IKM harus bisa memberikan kepuasan kepada pelanggan dan harus memiliki daya saing. Dalam hal ini, untuk mengatasinya, diperlukan cara produksi yang baik, agar bisa menghasilkan suatu produk pangan dan cita rasa.
" Buatlah suatu produk pangan dan cita rasa yang bisa menghasilkan produksi yang baik, dan dibutuhkan konsumen, "katanya.
Dikatakan dia, adapun salah satu upaya yang harus diatasi yakni, dengan meningkatkan daya saing dan perlindungan konsumen adalah penerapan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) atau dengan good manufacturing practice (GMP).
Untuk itu, Agus mengatakan, tujuan penerapan CPPOB atau GMP yaitu untuk memberikan prinsip-prinsip dasar yang sangat penting dalam produksi pangan.
Dalam hal ini, lanjut dia, dapat diterapkan sepanjang rantai pangan mulai dari produksi primer sampai konsumen akhir. Sehingga dapat menjamin pangan yang diproduksi aman dan layak di konsumsi.
" Nantinya akan diarahkan ke industri agar bisa memenuhi berbagai persyaratan produksi. Misalnya dilokasi bangunan dan fasilitas, "paparnya.
Dalam hal ini, Selain itu juga harus ada pengarahan pendekatan dan penerapan manajemen sistem HACCP. Ia memaparkan tuntutan konsumen hanya dua yakni, mutu dan keamanan pangan, tidak hany itu saja, ia juga menekankan pelatihan karyawan sangat diperlukan.
"Karyawan harus mendapatkan pelatihan atau pendidikan tentang higiene dan kesehatan karyawan. Higienis pangan olahan, pembersihan dan sanitasi peralatan serta pengawasan mutu yang lebih baik, "paparnya.
Pada kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan hal yang mendasar untuk pencucian tangan sebelum dan sesudah mengolah pangan.
"Nyuci tangan itu kita ingat jari kita saja. Kan ada lima. Jadi lima caranya. Pertama basuh tangan dengan air mengalir. Kemudian pakai sabun, cuci lagi tangan dengan air mengalir dan keringkan tangan, "jelasnya. (byu).
Agus Sudibyo, selaku persenter menuturkan, bahwa para IKM harus bisa memberikan kepuasan kepada pelanggan dan harus memiliki daya saing. Dalam hal ini, untuk mengatasinya, diperlukan cara produksi yang baik, agar bisa menghasilkan suatu produk pangan dan cita rasa.
" Buatlah suatu produk pangan dan cita rasa yang bisa menghasilkan produksi yang baik, dan dibutuhkan konsumen, "katanya.
Dikatakan dia, adapun salah satu upaya yang harus diatasi yakni, dengan meningkatkan daya saing dan perlindungan konsumen adalah penerapan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) atau dengan good manufacturing practice (GMP).
Untuk itu, Agus mengatakan, tujuan penerapan CPPOB atau GMP yaitu untuk memberikan prinsip-prinsip dasar yang sangat penting dalam produksi pangan.
Dalam hal ini, lanjut dia, dapat diterapkan sepanjang rantai pangan mulai dari produksi primer sampai konsumen akhir. Sehingga dapat menjamin pangan yang diproduksi aman dan layak di konsumsi.
" Nantinya akan diarahkan ke industri agar bisa memenuhi berbagai persyaratan produksi. Misalnya dilokasi bangunan dan fasilitas, "paparnya.
Dalam hal ini, Selain itu juga harus ada pengarahan pendekatan dan penerapan manajemen sistem HACCP. Ia memaparkan tuntutan konsumen hanya dua yakni, mutu dan keamanan pangan, tidak hany itu saja, ia juga menekankan pelatihan karyawan sangat diperlukan.
"Karyawan harus mendapatkan pelatihan atau pendidikan tentang higiene dan kesehatan karyawan. Higienis pangan olahan, pembersihan dan sanitasi peralatan serta pengawasan mutu yang lebih baik, "paparnya.
Pada kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan hal yang mendasar untuk pencucian tangan sebelum dan sesudah mengolah pangan.
"Nyuci tangan itu kita ingat jari kita saja. Kan ada lima. Jadi lima caranya. Pertama basuh tangan dengan air mengalir. Kemudian pakai sabun, cuci lagi tangan dengan air mengalir dan keringkan tangan, "jelasnya. (byu).
Selasa, 29 Oktober 2013
Bos SCI Melarikan Diri SCI Ajukan Pailit Kepada Pengadilan Nagasaki
Senin, 28 Oktober 2013( sumber : Tribun Batam )
Tribunnewsbatam.com/Argianto DA Nugroho
Pekerja
PT SCI menginap di Gedung DPRD Kota Batam, Kamis (1/8/2013) dini hari.
Mereka terus memperjuangkan hak-haknya. Para karyawan ini akan bertahan
di Gedung DPRD Kota Batam hingga hak-hak mereka terpenuhi.
Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria Silitonga
BATAM, TRIBUN
- BP Batam menunggu hasil putusan pengajuan pailit yang dilayangkan PT
Sun Creation Indonesia (SCI) ke pengadilan setempat di Nagasaki,
Jepang. Hal ini terkait nasib ratusan buruh SCI.
Direktur PTSP dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho menyatakan bahwa perusahaan induk SCI sudah mengajukan pailit di negara asalnya itu.
"PT SCI sudah mengajukan pailit di PN Jepang. Iya di Jepang karena memangkan induknya di sana. Di sinikan hanya cabang saja," ungkap Djoko di Harmoni One Hotel beberapa waktu lalu.
Direktur PTSP dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho menyatakan bahwa perusahaan induk SCI sudah mengajukan pailit di negara asalnya itu.
"PT SCI sudah mengajukan pailit di PN Jepang. Iya di Jepang karena memangkan induknya di sana. Di sinikan hanya cabang saja," ungkap Djoko di Harmoni One Hotel beberapa waktu lalu.
Kemelut Lahan di Kampung Tua Kampung Tua Bisa Menjadi Bom Waktu
Selasa, 29 Oktober 2013 ( sumber : Tribun Batam )
Tribunnewsbatam.com/Argianto DA Nugroho
Petugas
dari BPM Batam (bertopi merah) didampingi perwakilan masyarakat Tanjung
Uma saat mengukur luas kampung tua di Tanjung Uma, Batam, Senin
(28/10/2013). Berdasarkan pertemuan Gubernur Kepri, Wali Kota Batam, BP
Batam, dan tokoh Tanjung Uma, disepakati luas kampung tua Tanjung Uma
55,8 hektare.
Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria Silitonga
BATAM, TRIBUN - Pengurus RKWB (Rumpun Khasanah) meminta ketegasan BP Batam dalam mengurus legalitas 33 titik kampung tua. Menyusul dihitung kembalinya luasan titik kampung tua di Tanjung Uma, Senin (28/10/2013) kemarin.
Menurut H Machmur Ismail, Ketua RKWB, 32 titik kampung tua lain pun sudah mulai gelisah mempertanyakan kejelasan nasib kampung mereka.
"Kami hadir di sini lengkap pengurus inti dan bagian hukum kami. Menyikapi tentang Tanjung Uma yang merupakan bagian dari 33 titik kampung tua, kan sudah diukur lagi.
BATAM, TRIBUN - Pengurus RKWB (Rumpun Khasanah) meminta ketegasan BP Batam dalam mengurus legalitas 33 titik kampung tua. Menyusul dihitung kembalinya luasan titik kampung tua di Tanjung Uma, Senin (28/10/2013) kemarin.
Menurut H Machmur Ismail, Ketua RKWB, 32 titik kampung tua lain pun sudah mulai gelisah mempertanyakan kejelasan nasib kampung mereka.
"Kami hadir di sini lengkap pengurus inti dan bagian hukum kami. Menyikapi tentang Tanjung Uma yang merupakan bagian dari 33 titik kampung tua, kan sudah diukur lagi.
10 PMA Baru, Ingin Investasi di Batam
AKSI
DAMAI : Buruh Batam melakukan aksi damai mengawal proses pembahasan UMK
di Kantor Disnaker Batam di Sekupang, Senin (28/10).
F-martua/TANJUNGPINANG POS
F-martua/TANJUNGPINANG POS
Luas Kampung Tua Tanjunguma Disepakati 55,8 Hektar
Selasa, 29 October 2013 ( sumber : Haluan Kepri )
TANJUNGUMA (HK) - Tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Kota
(Pemko) dan Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai mengukur luas kampung tua
Tanjunguma, Senin (28/10).
Luas lahan yang diukur sesuai keputusan hasil perundingan yang didasarkan pada SK Walikota Batam tahun 2004 nomor 105 tentang kampung tua, Tanjunguma dengan luas 55,8 hektar. Perundingan tersebut melibatkan Gubernur Kepri, Walikota Batam, Kepala BP Batam dan lima perwakilan tokoh Tanjunguma.
Luas lahan yang diukur sesuai keputusan hasil perundingan yang didasarkan pada SK Walikota Batam tahun 2004 nomor 105 tentang kampung tua, Tanjunguma dengan luas 55,8 hektar. Perundingan tersebut melibatkan Gubernur Kepri, Walikota Batam, Kepala BP Batam dan lima perwakilan tokoh Tanjunguma.
Senin, 28 Oktober 2013
Rapat Bahas “KampungTua” Tertutup
Senin, 28 Oktober 2013 ( sumber : Posmetro Batam )
Pembahasan itu tak melibatkan sejumlah tokoh masyarakat dari kampung-kampung tua. “Kalau rapat banyak-banyak juga mau ngapain? Sama tokoh masyarakat nantilah, nanti pasti diberitahu,” tegas Sani.
722 Pegawai BP Terima Penghargaan
28 Oktober 2013( sumber : Tanjungpinang Pos )
PENGHARGAAN: Kepala BP Batam, Mustofa Widjaya menyerahkan pin penghargaan kepada salah satu pegawainya.
F-martua/TANJUNGPINANG POS
F-martua/TANJUNGPINANG POS
53 Pegawai BP Batam Terima Satya Lencana
Minggu, 27 October 2013 ( sumber : Haluan Kepri )
Langganan:
Postingan (Atom)