Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam
memperkirakan ketersediaan gula tidak mencukupi hingga akhir tahun.
Namun, pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam mengaku siap untuk memasok
gula jika stok gula tidak mencukupi.
Menurut Direktur Pelayanan Terpadu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko W,
Senin (7/11) BP Batam tinggal menunggu permintaan dari Pemko Batam.
“Kita akan keluarkan izin impor gula kalau pelaku usaha dan
Disperindag, meminta. Berapa banyak kebutuhan gula, tentu mereka yang
tahu,” kata Djoko.
Sementara itu, Kadisperindag Batam, Ahmad Hijazi, mengatakan, stok
gula diperkirakan tidak mencukupi sampai akhir tahun. Terlebih, ada hari
raya dan tahun baru.
“Kalau sekarang, masih mencukupi. Tapi untuk kebutuhan ke depan, mungkin akan kurang,” katanya.
Karena itu, Hijazi berjanji akan mengomunikasikan dengan pengusaha
gula di Batam. Namun, apakah bisa diimpor atau tidak, dia menyerahkan ke
Dewan Kawasan dan Badan Pengusahaan Kawasan.
“Saya akan komunikasikan dengan pengusaha. Gula lokal sudah harus ada
sejak pertengahan November ini, hingga akhir tahun,” katanya.
Menurut dia, seharusnya importir sudah mendatangkan gula untuk stok
hingga akhir tahun. Namun, saat ini ketersediaan gula di distributor
terbatas. Antara 4 sampai 5 ton. Kondisi ini disebut sebagai gambaran
stok gula terbatas.
“Seharusnya importir sudah mendatangkan gula lokal. Kalau tidak, BP
Batam yang mendatangkan pelaku usaha baru untuk mendatangkan gula
lokal,” imbuhnya.(MARTUA)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar