Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Senin, 10 Oktober 2016

BP Batam Tukar Pikiran dengan Singapura Soal Konsep Ideal Pembangunan Batam

Senin, 10 Oktober 2016 (Sumber: Batam Today)











Pertemuan BP Batam dengan URA yang berlangsung di The URA Center, Maxwell Road, Singapura, yang juga dihadiri the Housing & Development Board (HDB) dan the Singapore Land Authorithy (SLA).


BATAM, BP Batam - Dalam rangka mengembangkan konsep ideal untuk pembangunan Batam, dalam hal peruntukan lahan dan pengembangan industri sistem teknologi dan informasi, Badan Pengusahaan (BP) Batam yang bekerjasama dengan Singapore Economic Development Board (EDB), melakukan kunjunga

n ke Urban Redevelopment Authority (URA) pada Kamis (6/10/2016).

Dalam pertemuan dengan URA yang berlangsung di The URA Center, Maxwell Road, Singapura, turut hadir the Housing & Development Board (HDB) dan the Singapore Land Authorithy (SLA).

Anggota 4/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Lainnya BP Batam, Purba Robert M. Sianipar, mengatakan, melalui kunjungan tersebut BP Batam memetik banyak pengalaman Singapura dalam pengembangan pemukiman yang relatif kumuh namun kemudian berkembang setelah dilakukan perencanaan dan pengembangan kota yang terstruktur dan sistematis.

"Melalui URA kita juga mempelajari bagaimana Batam nantinya bisa dikembangkan dari kondisi yang sekarang menjadi kondisi yang cukup modern. Pola pengembangan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan konsep perencanaan, pembuatan master plan dan kontrol pengembangan," ungkap Robert.

"Pemikiran jauh ke depan yang dijadikan pola oleh Singapura perlu diadaptasi oleh BP Batam, yang saat ini sedang berkontribusi untuk memberikan masukan kepada Raperda Penataan Ruang untuk Provinsi Kepri dan juga Revisi Peraturan Presiden No. 87 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Batam, Bintan dan Karimun," tambahnya.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, pihak URA, SLA, dan HDB juga menjelaskan langsung kepada Anggota 3/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana, Eko Santoso Budianto, bahwa dalam tahap awal pengembangan konsep perencanaan terpadu dan terintegrasi sistem lahan untuk perbaikan, Singapura juga banyak mengalami kendala, di antaranya resistensi terhadap perubahan itu sendiri serta waktu yang cukup lama dalam mengembangan sistem online yaitu satu tahun untuk satu wilayah.

Namun, dengan sikap tegas dan komitmen pemerintahnya, kendala yang ada dapat teratasi dengan penyediaan infrastruktur dan fasilitas yang lebih baik bagi masyarakat.

Setelah menghadiri jamuan makan siang atas undangan Menteri Industri dan Perdagangan Singapura, Mr. Lim Hng Kiang di Swissotel the Stamford, Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro bersama Anggota 5/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Gusmardi Bustami, juga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan melakukan kunjungan ke salah satu perusahaan yang bergerak di bidang IT yang tertarik untuk melakukan ekspansi usaha ke Batam.

Selain itu, BP Batam juga mengunjungi Singapore infocomm Technology Federation (SiTF), sebuah badan di bawah naungan pemerintah Singapura untuk membantu para entrepreneur dalam pengembangan usaha di bidang teknologi informasi (startup). Proses asistensi pemerintah Singapura terhadap para pengusaha baru mengambil waktu sekitar 6 bulan sampai mereka dapat berdiri sendiri.

BP Batam juga mempunyai sistem yang serupa semenjak 2013, yang bernama inkubator bisnis dan teknologi BP Batam bekerjasama dengan Politeknik Batam dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang saat ini masih terus dibenahi dan tingkatkan untuk membantu melahirkan pengusaha-pengusaha handal yang berkontribusi terhadap ekonomi Indonesia, terutama Batam.

Ke depannya, Batam tidak dapat mengandalkan industri elektronik saja. Namun perlu mengakselerasi pembangunan Batam dengan memberi nilai tambah tinggi yang bisa didapat dari perusahaan yang bergerak di industri IT yang sedang sangat pesat perkembangannya di dunia.

"Best practices apa yang kita lihat di Singapura ini sangat bermanfaat untuk BP Batam dengan membawa strong team yang dapat melihat peluang-peluang yang bisa dikembangkan di BP Batam untuk meningkatkan kinerjanya," tutup Robert.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar