Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Senin, 23 Agustus 2010

Bandara Bentuk Tim Terpadu Arus Mudik





Sabtu, 21 Agustus 2010 09:35 (sumber Batam Pos,versi asli)

NONGSA (BP) – Polsek Bandara Hang Nadim dan pengelola Bandara Hang Nadim membentuk tim terpadu, mengantisipasi lonjakan arus mudik lebaran yang tinggal menghitung hari saja. Upaya itu untuk memberikan rasa aman nyaman tertib dan lancar terhadap para pemudik. Selain mengamankan para pemudik dari aksi kriminalitas dan memberi pelayanan kesehatan, tim nantinya juga akan menindak para calo tiket. Disinyalir jumlah calo tiket di bandara kini makin banyak, memanfaatkan momentum hari besar jelang lebaran.


”Kita dan manajemen bandara akan bentuk tim terpadu mengamankan kelancaran arus mudik. Bukan rahasia umum, di mana ada keramaian kejahatan juga kerap terjadi,” ujar Kapolsek Bandara, Iptu Edi Purwanto, Jumat (20/8). Upaya dilakukan Polsek saat ini yakni menempatkan anggota di titik-titik rawan para calo tiket ”beraksi”, seperti di counter tiketing maskapai dan di pintu keberangkatan bandara.


”Kita berharap penumpang membeli tiket langsung ke airline atau biro perjalanan resmi. Tidak melalui calo,” tambah Kabandara Hang Nadim Batam Hendro Harijono, kemarin.Sementara itu Ditsamapta Polda Kepri, dalam waktu dekat ini juga akan melakukan razia di bandara dan sejumlah pelabuhan umum yang ada di Kepri. Antisipasi calo tiket dan para pelaku kejahatan seperti hipnotis, copet. ”Razia ini kita gelar untuk menciptakan rasa aman bagi calon pemudik,” ujar Direktur Samapta Polda Kepri, AKBP Hendro Sugiatno, belum lama ini. Pantauan di Hang Nadim menunjukkan suasananya makin ramai dijejali calon pemudik. Mereka ini kebanyakan merupakan TKI asal Malaysia. (cr3)

Bantu Masjid di Galang




Sabtu, 21 Agustus 2010 09:26 (sumber Batam Pos,versi asli)
Safari Ramadan Batam Pos dan BKDI BP Batam
HARIAN Batam Pos dan Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI) Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam menggelar buka bersama masyarakat dan anak yatim di Masjid Baiturrahman, Sijantung, Galang, Kamis (19/8) lalu. Dalam kesempatan tersebut, BP Kawasan dan Batam Pos juga menyalurkan sumbangan kepada pengurus masjid.

Jumat, 20 Agustus 2010

Pengerjaan Jalan Bengkong Bengkel Tersendat

BENGKONG- Pengerjaan ruas jalan Bengkong Bengkel hingga saat ini masih tersendat. Kondisi jalan yang telah disiram dengan tanah meninggalkan becek dan sulit dilewati kendaraan bila hujan turun. Padahal informasi yang direkam dari warga menyebutkan sudah dua minggu alat berat berada di lokasi pengerjaan jalan.

Pantauan di lapangan sebelumnya para pekerja telah memulai pekerjaan dengan menggunakan sebua kobelco untuk membentuk parit dan meratakan bagian badan jalan. Selain itu beberapa bangunan rumah yang persis berada tepi badan jalan dan parit juga telah dibongkar.

Namun sayangnya, pengerjaan itu terhenti sehingga pada bagian jalan mulai dari depan Masjid ke arah Kompleks PT BJS, PT Bintan Industri, sepanjang 50 meter tampak becek karena lumpur dari tanah yang ditimbun beberapa hari lalu di atas badan jalan.

Belakangan sering turun hujan menyebabkan kondisi jalan sulit dilalui sepeda motor. Bahkan mobil roda enam pernah tertanam persis di depan Masjid karena lumpur.

Salah seorang warga, Togar mengaku pihak kontraktor baru menimbun tanah dan belum menggunakan tanah bauksit sehingga kondisi badan jalan jadi berlumpur.

"Kalau sudah disiram dengan bauksit pasti tidak sampai berlumpur begitu. Malahan jadi padat karena sering dilewati kendaraan," tuturnya.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat, A Pasaribu menuturkan kalau saja sejak alat berat turun dan setiap hari dilaksanakan pengerjaan maka sudah ada perkembangan dari pengerjaan jalan tersebut.

Menurut Pasaribu, warga belum mengetahui alasan tersendatnya pengerjaan jalan. Hingga kemarin tidak tampak adanya pekerjaan. Yang terlihat hanya dua alat berat yakni sebuah kobelco dan sebuah walas untuk meratakan tanah yang parkir di lokasi pekerjaan.

Pasaribu berharap agar kontraktor segera melaksanakan pekerjaan jalan yang telah dinanti sejak 12 tahun silam tersebut. (sm/nn)

LAM Minta Proyek Gerbang Kota Tak Dibatalkan

BATAM CENTRE-Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) angkat bicara terkait dengan pembatalan proyek Gerbang Kota Batam yang beronamen adat budaya Melayu oleh DPRD Kota Batam. LAM meminta keputusan dewan itu ditinjau ulang kembali dan meminta dewan menghargai keinginan anak Melayu agar gerbang kota beronamen Melayu itu tetap dibangun.

"Proyek Gerbang Kota Batam ini adalah upaya untuk membangkitkan identiti, ciri khas dan nuansa Melayu di Kota Batam, seperti juga ornamen rumah gadang di Minangkabau Sumatera Barat, dan juga di Bali dan lainnya. Jadi kita dengan sangat meminta kepada DPRD agar meninjau ulang pembatalan proyek ini," kata Wakil Ketua LAM Kota Batam, HM Alfan Suheiri, SE, Kamis (19/8) melalui sambungan telepon.

Menurut Alfan yang pula menjabat sebagai Datok Panglima Muda Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kota Batam, karena proyek Gerbang Kota Batam itu juga telah dianggarkan di APBD Kota Batam tahun 2010, maka sebenarnya tidak cukup alasan bagi dewan untuk membatalkannya. Menyangkut persoalan defisit APBD Kota Batam yang mencapai Rp34 miliar, jangan pula proyek gerbang kota itu yang dibatalkan.

Apalagi rencana pembangunan Gerbang Kota Batam telah melalui pembahasan panjang di tingkat eksekutif dan legislatif. Selanjutnya juga telah dimintai pendapat dari LAM dan tokoh-tokoh Melayu lainnya. "Kalau terjadi defisit anggaran jangan proyek ini yang dibatalkan. Silakan batalkan proyek yang lain, tapi jangan yang ini," tegas Alfan.

Ia juga meminta semua pihak untuk tetap menjunjung tinggi falsafah "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung". Artinya kepada semua pihak diminta untuk menghargai adat budaya Melayu, termasuk keberadaan proyek Gerbang Kota Batam ini yang beronamen Melayu dan telah mendapat 'restu' dari LAM Kota Batam.

Sebelumnya DPRD Kota Batam membatalkan proyek pembangunan gerbang kota yang diusulkan Pemko Batam dan menelan anggaran sebesar Rp5,7 miliar. Proyek gerbang kota ditolak, mengingat APBD Kota Batam mengalami defisit Rp34 miliar.

"Secara logika pembangunan gerbang kota di Batam ini sangat tidak tepat. Kalau di kota-kota lain dibangun gerbang kota itu wajar. Karena untuk pemisahan wilayah kota/kabupaten satu dengan Kabupaten/Kota lainnya. Jadi kalau gerbang kota itu dibangun di Batam sangat tidak tepat. Karena APBD 2010 defisit, maka pembangunan gerbang kota dibatalkan," kata Sekretaris Komisi III DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus Muda kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (18/8).

Legislator dari Partai Golkar ini mengatakan, usulan Dinas Tata Kota tersebut tidak jelas. Sebab, pembangunan gerbang kota itu menunggu jalan tol yang akan dibuat Otorita Batam rampung dikerjakan. "Kapan jalan tolnya dimulai saja tidak tahu. Sebaiknya anggaran yang ada dialihkan untuk perbaikan jalan berlubang atau pembangunan infrastruktur lainnya seperti sekolah," ujar Yunus Muda.

Anggota Komisi III lainnya, Ganda Tiur mendukung pembatalan rencana pembangunan gerbang kota tersebut. Menurut Tiur, sebaiknya anggaran pembangunan gerbang kota itu dipakai untuk kegiatan pro rakyat. (sm/ye)

Cuaca Alami Perubahan Drastis





Jumat, 20 Agustus 2010 09:22 (sumber Batam Pos,versi asli)

HANG NADIM (BP) - Memasuki pertengahan Agustus ini, cuaca di Kota Batam sedikit mengalami perubahan yang cukup drastis. Langit Batam yang biasa didominasi awan tebal comulunimbus (cb), berpotensi menimbulkan badai petir dan hujan lebat. Kini lebih didominasi oleh awan tratus comulus.

Pantauan satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, hampir seluruh wilayah Batam kini dipenuhi awan tratus comulus.
Menurut Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam, Agus, awan jenis tersebut cukup sejuk. Jika terjadi hujan akibat pengaruh awan tersebut, intensitasnya hanya ringan dan tidak lama.

”Cuaca di Jawa sudah memasuki musim pancaroba. Di Batam tak ada musim, namun demikian awan ini penanda cuaca mulai membaik saat ini,” kata Agus di Hang Nadim, Kamis (19/8). Hal tersebut dapat ditunjukkan dari gelombang laut di sekitar perairan Barelang, kondisinya kini mulai stabil. Ketinggian gelombang berkisar 0,5 meter hingga 1 meter. (cr3)

Kamis, 19 Agustus 2010

16 Ruas Jalan Ditangani Kementerian PU

Beban Pemko dan OB Berkurang

SEKUPANG - Beban Pemko Batam dan Otorita Batam (OB) dalam menangani pembangunan jalan sudah berkurang. Pasalnya di tahun 2010 ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani 16 ruas jalan di Batam.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Batam Yumasnur, Selasa (17/8). Ia mengatakan, dari 16 ruas jalan yang kini ditangani Kementerian PU, sebagian besar diantaranya adalah jalan arteri atau jalan utama. Salah satunya jalan Simpang Jam menuju Kabil.

"Sebenarnya sebagian besar daerah lainnya di Indonesia banyak jalan-jalan perkotaan yang sudah ditangani Kementerian PU. Kita ini termasuk lambat. Tak apalah, tahun ini sudah 16 ruas jalan yang kini menjadi tanggung jawab Kementerian PU," ujarnya.

Dengan ditanganinya 16 ruas jalan oleh Kementerian PU, lanjut Yumasnur, maka Pemko dan OB bisa memperbaiki jalan yang lain. Diakui Yumasnur bahwa saat ini masih banyak jalan di Batam yang rusak. Bahkan ada yang rusak parah.

"Namun, karena APBD Kota Batam sangat terbatas, sebagian besar jalan itu tak bisa diperbaiki. Sebagian hanya ditambal sulam saja. Artinya, tugas PU masih banyak ke depan," katanya.

Menurut Yumasnur, jalan yang sudah dibangun harus dilakukan perawatan minimal sekali dalam 5-6 tahun. "Tapi tidak mungkin bisa dilakukan sekaligus. Sebab, jalan di Batam ini panjangnya 1.000 kilometer lebih. Tidak mudah mengaspal ulang karena biayanya sangat besar. Makanya dilakukan secara bertahap dan prioritas jalan yang rusak parah," jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian jalan di Batam dibangun Pemprov Kepri, OB, Pemko Batam dan Kementerian PU. Jalan arteri umumnya dikerjakan OB, Kementerian PU dan Pemprov Kepri. Sedangkan tugas Pemko Batam mengerjakan jalan-jalan kolektor atau jalan menuju perumahan. (sm/ik)

BKDI BP Batam Kunjungi Masjid Baitul Dakwah

BATAM CENTRE- Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI) BP Batam melanjutkan kegiatan Safari Ramadhannya dengan berkunjung ke Masjid Baitul Dakwah di kawasan Perumahan BIDA Asri II, Batam Centre, Senin (16/8). Rombongan BKDI BP Batam diketuai Direktur Perencanaan Teknik, Istono.

Dewan Tolak Proyek Gerbang Kota

BATAM CENTRE- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam membatalkan proyek pembangunan gerbang kota yang diusulkan Pemko Batam dan menelan anggaran sebesar Rp5,7 miliar itu. Proyek gerbang kota ditolak, mengingat APBD Kota Batam mengalami defisit Rp34 miliar.

"Secara logika pembangunan gerbang kota di Batam ini sangat tidak tepat. Kalau di kota-kota lain dibangun gerbang kota itu wajar. Karena untuk pemisahan wilayah kota/kabupaten satu dengan Kabupaten/Kota lainnya. Jadi kalau gerbang kota itu dibangun di Batam sangat tidak tepat. Karena APBD 2010 defisit, maka pembangunan gerbang kota dibatalkan," kata Sekretaris Komisi III DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus Muda kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (18/8).

Legislator dari Partai Golkar ini mengatakan, usulan Dinas Tata Kota tersebut tidak jelas. Sebab, pembangunan gerbang kota itu menunggu jalan tol yang akan dibuat Otorita Batam rampung dikerjakan.

"Kapan jalan tolnya dimulai saja tidak tahu. Sebaiknya anggaran yang ada dialihkan untuk perbaikan jalan berlubang atau pembangunan infrastruktur lainnya seperti sekolah," ujar Yunus Muda.

Mengenai pembatalan pembangunan gerbang kota ini, Yunus berjanji dalam waktu dekat akan mengundang Kadis Tata Kota Gintoyono.
"Kita bukan menunda pembangunan, tapi membatalkan pembangunan gerbang kota tersebut. Kalau kita tunda, berarti masih ada harapan lagi untuk membangun. Namun sekarang kita tegaskan untuk dibatalkan pembangunannya," tandasnya.

Anggota Komisi III lainnya, Ganda Tiur mendukung pembatalan rencana pembangunan gerbang kota tersebut. Menurut Tiur, sebaiknya anggaran pembangunan gerbang kota itu dipakai untuk kegiatan pro rakyat.

"Untuk apa kita dukung pembangunan tersebut, yang tidak menguntungkan bagi rakyat. Maka baiknya dibatalkan dan dana yang ada dipergunakan untuk pembangunan lainnya," katanya. (sm/li)

Desak Pelabuhan Batuampar Dibangun





Kamis, 19 Agustus 2010 09:24 (sumber Batam Pos,versi asli)

Investor Compagnie Maritime D’Affretement Compagnie Generale Maritime (CMA-CGM) Prancis selaku pemenang tender pembangunan pelabuhan kontainer Batuampar sejak 2005, sampai kini belum juga dikerjakan. Padahal, Batam telah memasuki era perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone/FTZ), volume ekspor impor barang diperkirakan akan mengalami lonjakan.

”Dewan mendesak Badan Pengusahaan (BP) Batam segera merealisasikan pembangunan dermaga sepanjang 700 meter itu di Batuampar yang menelan investasi 250 juta dolar AS,” ujar anggota Komisi II DPRD Kota Batam yang membidangi Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Rudi akhir pekan lalu.

Apalagi, kata Rudi, pemerintah pusat telah mengeluarkan landasan hukum Undang-Undang (UU) Nomor 44 tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas serta mengeluarkan petunjuk pelaksananya dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Batam, semestinya pelabuhan kontainer Batuampar sebagai fasilitas penunjang sudah seharusnya siap.

Belakangan ini, Dewan Nasional (DN) FTZ yang dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Radjasa telah menggelar rapat koordinasi (rakor) kendala FTZ Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) pada Kamis (12/8) di Jakarta, menunjukkan keseriusan pemerintah pusat melaksanakan FTZ. Jika pembangunan pelabuhan kontainer Batuampar ini selesai, Batam bakal memiliki terminal kontainer berkapasitas 1,2 juta twenty-foot equivalent units (TEUs) yang siap melayani aktivitas bongkar muat barang kontainer. Dewan mendukung pembangunan pelabuhan Batuampar sampai ke pusat. ***

Citranusa Kabil Pelabuhan Kelas Dunia





Kamis, 19 Agustus 2010 09:49 (sumber Batam Pos,versi asli)

BATAM (BP) - Ketatnya persaingan antarpelabuhan internasional, mendorong PT Sarana Citranusa Kabil selaku pengelola Pelabuhan Kabil, terus berbenah. Setelah memangkas birokrasi dengan mendirikan gedung layanan satu atap, pelabuhan resmi FTZ itu kini meningkatkan layanan sandar kapal dengan menambah dermaga sepanjang 300 meter.

Penambahan dermaga tersebut membuat jenis kapal yang bisa bersandar di Pelabuhan Citranusa Kabil makin beragam. Selain kapal kargo berbagai ukuran, pelabuhan yang kedua sisinya bisa digunakan untuk bersandar ini mampu melayani kapal yang panjangnya mencapai 200 meter. Dengan kedalaman 12,5 meter pada surut terendah, satu-satunya pelabuhan umum di Indonesia yang pengusahaannya dikelola swasta itu bahkan bisa disandari kapal berbobot mati 40 ribu ton.

“Pelabuhan ini punya fasilitas dan layanan kelas dunia,” kata Direktur Utama PT Sarana Citranusa Kabil, Agus Hidajat didampingi Direktur Bisnis Development, Paul Harsadji kepada Batam Pos di Kabil, kemarin. Standar layanan kelas dunia itu tertuang dalam sertifikat koda internasional tentang keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan (International Ship and Port Facility Security/ISPS Code Sertificate) yang dikantongi Pelabuhan Citranusa Kabil. Bahkan, untuk jaminan keamanan, pelabuhan tersebut segera dilengkapi radar dan closed circuit television (CCTv).

”Mutu layanan inilah yang membuat kapal-kapal internasional, seperti dari Jepang, Belanda dan negara lainnya, memilih menyandarkan kapal mereka di sini,” ungkap Agus. Saat ini, Pelabuhan Citranusa Kabil sedang melayani jasa sandar sebuah service boat untuk aktivitas lepas pantai berbendera Bahama, Rockwater 2 milik Subsea 7. Menurut Matt Daniels, kapten kapal itu, mereka memilih bersandar di Kabil karena pelayanannya prima, terutama dalam hal ketepatan waktu.

”Waktu merupakan elemen penting dalam bisnis ini. Keterlambatan sehari saja bisa membuat kami mengalami kerugian besar,” kata Matt Daniels ditemui Batam Pos di atas kapal berteknologi tinggi sepanjang 118 meter itu, kemarin. Daniels mengaku tak ragu memilih Pelabuhan Citranusa Kabil sebagai tempat sandar Rockwater 2 karena mutu layanannya sudah diakui dunia. ”Sangat profesional,” tukasnya. (ros)