Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Senin, 07 November 2011

FTZ, Bebas Tapi Bukan Tanpa Batas

 (sumber Batam Pos) 6 November 2011
Untuk mengontrol keluar dan masuknya barang di wilayah Perdagangan dan Pelabuhan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ) Batam, kini berada dibawah kendali Direktorat Lalu lintas Barang, sebuah direktorat yang dibentuk setelah Otorita Batam berubah menjadi BP Batam.
Direktorat Lalu lintas Barang BP Batam bukan hanya bertugas mengeluarkan izin masuk maupun keluar barang-barang dari dan ke wilayah FTZ, tapi juga bertanggungjawab terhadap kuota barang-barang yang akan dimasukkan.

Bawa KTP, Gratis Melahirkan di RSOB

 (sumber Batam Pos) 7 November 2011
Ibu hamil di Batam yang tak memiliki jaminan kesehatan untuk persalinan atau melahirkan bisa mengikuti program jaminan persalinan (Jampersal) yang diberikan oleh pemerintah pusat. Jampersal diperuntukan bagi semua ibu hamil dengan  biaya gratis.
Para ibu hamil hanya perlu membawa KTP ke tiga rumah sakit yang telah ditentukan, yakni  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah di Batuaji, Rumah Sakit Otorita  Batam (RSOB) di Sekupang, dan Rumah Sakit Samanta Sahidya di Mukakuning. Selain  rumah sakit, Jampersal juga berlaku di seluruh Pukesmas yang ada di Batam, serta tujuh  bidan praktek yang telah melakukan kerja sama. Mereka akan dilayani secara gratis.

Jumat, 04 November 2011

Eks Anggota DPR Akui Terima Cek dari OB

JAKARTA-Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 1999-2004 dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sofyan Usman akhirnya mengakui menerima sejumlah cek pelawat dari Otorita Batam (OB). Namun Sofyan tak ingat berapa banyak cek yang ia terima dari intansi yang kini telah berganti nama menjadi Badan Pengusahaan (BP) Batam itu.
"Yang dijelaskan (saksi) benar. Saya tidak menyangkal ada cek," ujar Sofyan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (3/11).

Pekerja Usulkan UMK Batam Rp1,3 Juta

BATAM CENTRE-- Serikat pekerja akan mengusulkan besaran angka Upah Minimum Kota (UMK) Batam 2012 sebesar Rp1.302.992 atau sama dengan hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) bulan Oktober 2011 lalu.
Anggota dewan pengupahan dari serikat pekerja, Saripiyan mengatakan hal itu usai rapat kedua pembahasan UMK Batam 2012 di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (3/11).

Hingga September 71 PMA Masuk Batam

 (sumber Batam Pos) 4 November 2011
Pulau Batam masih diminati para investor asing untuk menanamkan investasinya. Pada triwulan ketiga (Januari—September) 2011 tercatat sebanyak 71 (tujuh puluh satu) PMA dengan total nilai investasinya sebesar 79,5 juta dolar AS dan total perluasan PMA sebesar 66,5 juta dolar AS yang menanamkan investasinya. Demikian rilis dari BP Batam.

Kamis, 03 November 2011

BP Ancam Sita Lahan Tidur

Saat ini, Badan Pengusahaan (BP) Batam, memberlakukan ketentuan bagi pengusaha yang sudah mendapat alokasi lahan. Jika dalam enam bulan lahan yang dialokasikan tidak dibangun atau dikenal dengan lahan tidur, BP Batam akan mengambil alih. Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO), yang sudah dibayar pengusaha, akan dikembalikan.

Nada Soraya Bantah "Keras" Berita Dukung Ranperda Naker


Tribun Batam - Rabu, 2 November 2011
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM-
Nada Soraya Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam tidak menyatakan dukungan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Ketenagakerjaan (Ranperda Naker).

Kadin Batam Dukung Perda Naker

(sumber Haluan Kepri) 3 November 2011
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam mendukung  Rancangan Peraturan Daerah tentang Ketenagakerjaan (Ranperda Naker) yang saat ini  sedang digodok DPRD Batam. Sikap ini bertentangan dengan sikap Kadin Kepri dan  Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri.
Kadin menilai, ranperda ini akan menjadi solusi atas masalah ketenagakerjaan di Batam.  “Perda ini akan menjadi jembatan antara pekerja dan pengusaha. Kadin sangat  mendukung,” kata Ketua Kadin Batam, Nada Faza Soraya, Selasa (1/11).

Rabu, 02 November 2011

Rusun Perkuat Investasi di Batam

 (sumber Batam pos) 2 November 2011


Menjaring investasi tak hanya melulu dipengaruhi oleh infrastruktur industri. Ada pabrik, gudang , transportasi atau pelabuhan saja. Infrastruktur penunjang pun wajib hukumnya ada. Air misalnya, telah disiapkan sejak awal membangun Batam. Seiring perjalanan waktu yang disiapkan – dan tak kalah penting – ialah tempat tinggal. Kali ini kita berbicara tentang rumah susun.

Selasa, 01 November 2011

Dari Kumuh ke Rumah Sehat


(sumber Batam Pos) 1 November 2011

Batam dibangun dengan mengedepankan industri manufaktur sebagai motor penggerak ekonomi. Pemerintah melalui Otorita Batam yang kini berubah nama menjadi BP Batam membangun berbagai sarana infrastruktur untuk menarik minat investor asing, tidak itu saja berbagai layanan kemudahan investasi pun diberikan.