Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Rabu, 21 Juli 2010

Banjir di Simpang Kabil Diduga Akibat Drainase Tersumbat





Rabu, 21 Juli 2010 09:35 (sumber batam Pos,versi asli)

Macet hingga 6 Kilometer

MUKAKUNING (BP) - Hujan lebat yang mengguyur Batam mulai pukul 11.30 WIB, Selasa (20/7), membuat beberapa ruas jalan utama dan perumahan warga terendam banjir. Bahkan banyak kendaraan yang terjebak banjir, sehingga menimbulkan kemacetan yang panjang.

Salah satu kawasan yang sangat parah banjirnya adalah simpang Kabil. Akibatnya, siang kemarin sekitar pukul 12.00 WIB, kendaraan dari arah Panbil menuju simpang Kabil lumpuh. Bahkan, kemacetan dari Simpang Kabil sampai di depan Panbil Mall yang jaraknya kurang lebih 6 kilometer. Beberapa kendaraan dari Panbil menuju simpang Kabil terpaksa melawan arus menggunakan ruas jalan di sebelahnya (Simpang kabil ke Panbil).


Begitupun kendaraan dari arah Simpang jam ke Simpang Kabil, juga lumpuh. Panjang kemacetan dari Simpang Kabil hingga Simpang Jam karena kendaraan tak bisa lewat di Simpang Kabil akibat banjir.
”Kami terpaksa melawan arus, arus air di samping SPBU sangat deras. Motor saya saja mogok. Banyak motor yang tak mampu melintas,” jelas Ardianto.

Beberapa petugas kepolisian tampak sibuk mengatur lalu-lintas agar kemacetan dapat segera diurai. Arus lalu lintas baru sedikit longgar sekitar pukul 15.00 WIB, seiring turunnya genangan air hujan di Simpang Kabil.
Banjir di Simpang Kabil beberapa tahun terakhir tidak pernah terjadi. Kali ini diduga disebabkan tersumbatnya saluran drainase dari aktivitas proyek tak jauh dari simpang tersebut.

Sementara itu, daerah sekitar kantor Indosat Baloi juga tergenang. Beberapa mobil nampak mogok di tengah jalan karena banjir setinggi lebih dari 50 cm. “Airnya terlalu tinggi dan masuk ke mesin. Walaupun di sini sering banjir tapi tak pernah setinggi ini,” ujar Rahardian.

Kawasan ini memang sudah bertahun-tahun tergenang saat hujan deras turun.

Kondisi serupa juga terjadi di Tanjung Piayu dan Pancur, Seibeduk. Beberapa rumah terendam banjir. Posisinya yang berada di bawah bukit membuat arus air menghantam rumah-rumah warga.

Jalan utama yang menghubungkan Seibeduk dengan Mukakuning tepatnya di depan Rusun Bida Tanjungpiayu juga tak luput dari terjangan banjir.

SMP 28 Taman Raya Kembali Tergenang

Banjir juga menggenangi SMP 28 Taman Raya yang memang sudah menjadi langgana banjir. Bahkan, banjir hingga menggenangi teras sekolah yang baru beberapa tahun dibangun tersebut.

Beberapa hari lalu, BMG Hang Nadim Batam juga telah mengingatkan cuaca buruk yang akan melanda Batam hingga beberapa hari ke depan.

Puluhan Kendaraan Terjungkal

Hujan yang terjadi siang hingga sore kemarin tak hanya menyebabkan banjir di sejumlah kawasan di Batam, tapi juga menyisahkan lubang menganga di ruas jalan gajah Mada, tepatnya di depan perubahan Tiba Ayu, beberapa meter dari SPBU Tiban. Puluhan kendaraan roda dua terjungkal dan sedikitnya tiga mobil terlibat tabrakan beruntun saat terjermebab di lubang itu.

”Lubang itu akibat genangan air. Lebarnya 0,5 meter, panjangnya dua meter dengan kedalaman 20 centi meter. Dalam hitungan 10 menit, sudah 4 motor terjungkal dan tiga mobil tabrakan beruntun. Sebelumnya sudah puluhan motor terjungkal,” ujar Tri Agus, warga Tiban Ayu kepada Batam Pos, tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Tri mengaku sudah menghubungi polisi dan polisi sudah datang memberikan rambu-rambu arah jalan dan tiga rambu segitiga yang ukurannya kecil di dekat lubang tersebut. Namun jika tidak segera diperbaiki, maka pengendara roda dua dan empat masih banyak yang bakal terjerembab di lubang itu.
“Apalagi tempatnya gelap, jadi rambu-rambunya tak kelihatan kalau malam,” ujar Tri. (cr1/nur)

Senin, 19 Juli 2010

Rencana Penyambungan Air Bersih di Pulau Buluh

Warga Tagih Janji Pemko

SAGULUNG- Warga Pulau Buluh menagih janji Pemko Batam atas penyambungan air bersih yang hingga kini belum juga terealisasi. Masyarakat berharap Pemko dapat mewujudkan janji itu sesegera mungkin. Warga Buluh yang berjumlah 2.509 jiwa itu, sehari-harinya mendapatkan air bersih dengan cara membeli dan menampung air hujan. Kondisi inilah yang acap kali dikeluhkan warga.

"Sudah lama kami menunggu. Pemko janji terus, tapi tak ada realisasinya," kata Ketua Koperasi Masyarakat Pesisir, Bambang Hermanto, akhir pekan lalu.

Menurut Hermanto, jika pemasangan proyek pipanisasi itu segera terealisasi, masyarakat akan dengan mudah mendapatkan air bersih. Tidak seperti saat ini yang mendapatkan air bersih harus mengeluarkan uang sebesar Rp9 ribu sampai Rp10 ribu perdrumnya. Jika pipanisasi air bersih sudah berjalan, kata dia, tentu akan meringankan beban masyarakat.

Sebelumnya Pemko Batam dan PT ATB sudah mewacanakan pemasangan pipanisasi dari Pelabuhan Sagulung ke Pulau Buluh dengan alokasi anggaran sebesar Rp630 jutaaan dengan bentangan pipa sepanjang 600 meter. "Wacana tersebut sudah pernah digulirkan oleh Pemko dengan pihak ATB dan melibatkan warga sekitar. Saya meminta agar keinginan warga pulau segera direalisasikan," kata Usman Komong, tokoh masyarakat Pulau Buluh dihubungi sambungan telepon.

"Bayangkan sudah belasan tahun lamanya warga Pulau Buluh kesulitan air bersih untuk komsumsi sehari-hari," pungkasnya. (sm/ts)

Jalan Mukakuning Perlu Dipasang CCTV

BATAM CENTRE- Jalan Mukakuning merupakan salah satu ruas jalan yang rawan terjadi kecelakaan dan juga aksi kejahatan. Untuk mengantisipasinya perlu dipasang closed circuit television (CCTV) di lampu merah atau area traffic control system (ATCS).

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Muramis, kepada wartawan, Sabtu (17/7). Ia menambahkan, selain di daerah Mukakuning, CCTV perlu juga dipasang di depan Kampus Universitas Internasional Batam (UIB), Seiladi. Sebab, jalan dekat SPBU tersebut rawan terjadi kecelakaan maupun kejahatan.

"Direncanakan tahun 2011 nanti di kedua jalan itu akan dipasang CCTV. Tahun 2010 ini tak bisa karena belum ada anggarannya. Untuk pemasangan 1 CCTV saja bisa mencapai Rp600 juta," ujar Muramis.

Menurutnya, CCTV ini yang dipasang di lampu merah yang ada dipersimpangan nantinya terhubung langsung dengan ruang kontrolnya di Kantor Dishub di Baloi. Ruang kontrol itu setiap hari diamati oleh operator yang sudah mendapatkan pelatihan untuk mengoperasikannya.

"Dengan begitu, semua kejadian yang ada langsung terekam CCTV dan secara otomatis disimpan operator. Saat ini, hasil rekaman CCTV sudah disambungkan dengan Poltabes Barelang," jelasnya.

Hingga saat ini, sudah ada 14 unit lampu merah yang menggunakan sistim ATCS tersebut. Di Batam sendiri terdapat 32 lampu merah. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah setiap tahun. Karena perkembangan beberapa wilayah di Batam sangat cepat serta arus lalu lintas yang juga padat. (sm/ik)

Pengelola Bandara Hang Nadim Resah, Lahan Dipakai Berdagang

BATU BESAR- Pengelola Bandara Hang Nadim resah dengan puluhan pedagang yang berjualan di lahan bandara. Untuk itu, dalam waktu dekat ini akan dilakukan penertiban. "Kita sudah koordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Dan akan dilakukan penertiban dalam waktu dekat ini," ujar Kepala Bandara Hang Nadim Hendro Harijono, kepada wartawan, kemarin.

Menurut Hendro, sebelum mengumumkan rencana penertiban, ia telah berkoordinasi dengan pihak Direktorat Pengamanan OB. Serta koordinasi dengan Satpol PP Pemko Batam. Hendro mengatakan, lahan Bandara Hang Nadim di simpang Batu Besar, kini dijadikan tempat berdagang para pedagang kaki lima. Padahal, tempat tersebut harusnya bebas dari aktifitas manusia karena dapat mempengaruhi penerbangan.

"Jika kita tidak cepat bertindak, nanti akan menjadi repot," katanya seraya menambahkan para pedagang yang berjualan di wilayah bandara itu di organisir oleh salah satu organisasi kepemudaan di wilayah Nongsa.

Hendro menambahkan, untuk menyikapi pegadang kaki lima yang menjamur di lahan bandara ini, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Pantauan di lapangan, puluhan pedagang yang berjualan di lahan bandara ini adalah pedagang lama yang berjualan di kanan kiri jalan sepanjang jalan Batu Besar. Dan untuk menghindari kemacetan yang ada di Batu Besar menjelang sore, akhirnya pedagang dipindahkan di lahan tersebut. (sm/ed)

Kejari Masih Selidiki Kasus Air

BATAM CENTRE- Kajari Batam Ade Eddy Adhyaksa menyatakan kasus pencurian air di Pelabuhan Batuampar tetap akan ditindaklanjuti. Ia meminta masyarakat bersabar, karena kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. "Kasus pencurian air masih dalam penyelidikan, slowlah, kita tetap akan tindaklanjuti. Saya sudah sampaikan surat perintah penyelidikan. Permasalahan sekarang adalah banyak kasus kita tangani dan personil terbatas," ujar Ade sesaat sebelum meninggalkan Kantor Kejari Batam, Jumat (17/7) sekitar pulu 17.00 WIB.

Ade mengatakan, dalam penyelidikan awal sudah ada beberapa pihak yang dimintai keterangan. Namun demikian pihaknya masih harus mengumpulkan data dan keterangan lebih lanjut. Sebab, kata dia, untuk menemukan adanya perbuatan melawan hukum harus terlebih dahulu diselidiki secara baik. Dan untuk itu tidak bisa ditetapkan waktu penyelidikan.

Pihaknya tidak sebatas menerima pengaduan dari masyarakat lalu meminta keterangan dan memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus pencurian air tersebut. Melainkan juga harus diselidiki terlebih dahulu, apakah ada atau tidak unsur tindak pidana dalam kasus itu.

Menyinggung ada upaya damai antara pihak PT ATB dan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ade mengatakan bahwa persoalan damai antara kedua pihak yang bermasalah tidak akan mempengaruhi pihaknya dalam memproses kasus. Apalagi jika kasus tersebut memenuhi unsur pidana, maka tetap diproses.

"Silahkan saja mereka berdamai, tapi kita tetap proses kalau ada unsur tindak pidana dari hasil penyelidikan nanti," kata Ade.

Diberitakan sebelumnya, kasus pencurian air dilaporkan LSM Gebrak (Gerakan Bersama Rakyat) pimpinan Uba Inga Sigalingging. Dugaan kerugian negara dari pencurian air diperkirakan mencapai Rp5,9 miliar.

Uba mengaku sangat kecewan dengan pihak Kejari Batam, menyusul penyelidikan kasus pencurian air memakan waktu berbulan-bulan padahal bukti-bukti sudah diserahkan. "Saya lihat aparat Kejari Batam seperti belajar melakukan penyelidikan. Masa kasus yang sudah kita laporkan sejak Februari lalu sampai hari ini masih dalam penyelidikan terus," pungkasnya. (sm/nn)

Harga Gula Menembus Rp11.000

BATAM CENTRE- Menjelang bulan suci Ramadhan, harga gula pasir di pasaran merangkak naik hingga menembus Rp 11.000 per kilogram. Kenaikan harga ini dipicu kurangnya pasokan dari distributor.
Pantauan di Pasar Batubesar, Citra Batam, Perumahan Greed Land dan sekitarnya harga gula berkisar Rp10.500 hingga Rp11.000 per kilogram.

Yatno, pemilik toko Sembako di Pasar Batubesar, mengungkapkan awalnya harga gula hanya Rp 7.800 per kilogram. Secara perlahan, harga 'si manis' naik menjadi Rp 8.500. Dan tidak lama kemudian, naik lagi jadi Rp 8.900. Terakhir Rp11.000 karena pedagang harus memmbeli satu kilogram didistributor Rp9.200.

“Permintaan tinggi. Naiknya juga tinggi. Mungkin sudah dekat puasa,” ujarnya.

Begitu juga disampaikan Wenti, pedagang sembako di pasar Taman Raya, Batam Centre. Menurutnya harga gula saat ini berkisar antara Rp9.500 hingga Rp10.500 per kilogram.

”Beli diagen saja sudah tinggi. Jadi kita juga menjual harus dapat untung," katanya seraya mengakui stok gula yang dimilikinya masih kurang. Dan diperkirakan, sisa gula yang ada cukup untuk dua tiga hari kedepan.

Dedeh, warga Perumahan Bukit Raya, mengeluhkan naiknya harga gula sejak seminggu terakhir ini. Menurutnya, menjelang bulan Ramadhan selalu seperti ini.

"Mau kesal atau marah? memang sudah kebiasaannya setiap jelang puasa harga sembako naik kok," katanya.
Dikhawatirkan, jika harga gula terus melambung maka hal tersebut sangat memberatkan masyarakat," katanya.(sm/ed)

Investor Mulai Relokasi Pabrik ke Indonesia


Senin, 19 Juli 2010 08:08 (Batam Pos,versi asli)

JAKARTA (BP) - Indonesia sepertinya menjadi magnet kuat yang menarik investasi. Salah satu buktinya, beberapa investor kini mulai merelokasi atau memindahkan pabriknya dari beberapa negara ke Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan, saat ini, beberapa investor memang tertarik dengan tawaran pemerintah agar mereka merelokasi pabriknya ke Indonesia. ”Sudah ada (yang merelokasi). Ada (sektor) sepatu, elektronik, tekstil, dan manufaktur,” ujarnya saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, akhir pekan lalu.

Beberapa perusahaan tersebut merelokasi pabrik mereka dari beberapa negara seperti China dan Thailand. Untuk investor China yang banyak mengekspor produknya ke Indonesia, pemerintah memang menawarkan agar mereka merelokasi pabriknya ke Indonesia, sehingga mereka hanya mengekspor bahan baku dari China ke Indonesia. Adapun produksi dan suplai beberapa bahan baku lainnya, didapat dari Indonesia. Sedangkan relokasi dari Thailand lebih disebabkan stabilitas politik di negeri tersebut yang kurang kondusif.

Menurut Gita, selain dua negara tersebut, pemerintah terus mendekati investor-investor asal Korea untuk merelokasi maupun berinvestasi di Indonesia. “Total rencana investasinya hingga 10 miliar dolar AS,” katanya. Gita menyebut, selain raksasa baja asal Korea, Pohang Steel Company (Posco), yang akan membangun pabrik baja bersama Krakatau Steel, masih ada beberapa perusahaan lain yang juga siap berinvestasi di Indonesia. ”Perusahaannya banyak, ada juga yang terkenal,” ucapnya.

Informasi menyebut, raksasa Korea lain yang akan masuk ke Indonesia adalah perusahaan elektronik LG. Gita melanjutkan, selain Korea, beberapa negara lain juga terus didekati. ”Salah satunya Taiwan,” sebutnya. Bagaimana dengan informasi akan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi China? Menurut Gita, info tersebut belum pasti.

”Setahu saya, mereka terus mengalami penguatan. Apapun itu, masih kuat sekali. Masih cukup modal untuk mereka jadi mitra kita berinvestasi di Indonesia. Apalagi dengan penguatan Yuan. Jadi, itu akan meningkatkan kapasitas mereka belanja dan berinvestasi,” paparnya.

Menko Perekonomian, Hatta Rajasa menambahkan, untuk menarik investasi, pemerintah siap memberikan insentif perpajakan. Apakah dalam bentuk tax holiday. ”Jangan ngomong tax holiday. Yang jelas, tax incentive dimungkinkan. Undang-undang kita tak melarang pemberian insentif. Tapi kita memang tidak memberikannya secara umum. Jadi, dilihat bagaimana invstasinya dan pengaruhnya pada tenaga kerja,” ujarnya. (jpnn)

Investasi IBN Tower Rp1 T


Senin, 19 Juli 2010 08:10 (sumber Batam Pos,versi asli)

International Business Network (IBN) yang akan membangun IBN Tower 28 tingkat di Seraya, Batam investasinya mencapai sekitar Rp1 triliun. IBN Tower ini di-launching Kamis (15/7) di Kuala Lumpur, Malaysia bersamaan dengan launching proyek-proyek IBN di seluruh dunia. Di Indonesia, dua proyek IBN yakni IBN Tower dan Funtasy Island Resort. Dalam launching tersebut, pihak IBN mengundang Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam hal ini diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), Syamsul Bahrum dan koran Batam Pos.

IBN juga mengundang 1.000 member perusahaan yang tersebar di Malaysia, Singapura, Thailand, Komboja, China, dan Timur Tengah serta perwakilan media massa dari berbagai negara tempat proyek IBN. Bos IBN, Dato’ Prof DR Steven Leow D.I.M.P dalam sambutannya di acara launching proyek tersebut, secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Syamsul Bahrum mewakili Pemko Batam serta wartawan Batam Pos. ”Tolong disampaikan mohon dukungan dan doa restu dari seluruh masyarakat Batam, agar proyek kami cepat terealisasi. Sambil menunggu segala proses perizinan selesai, kami terus memasarkannya kepada member kami,” terangnya.

Menaggapi permintaan pihak IBN tersebut, Syamsul berjanji Pemko akan memberikan dukungan penuh terhadap investor yang membangun Batam. Secara geografis, prospek bisnis di Batam akan cerah mengingat kedekatan posisinya dengan Singapura. ”Singapura melakukan intensifikasi luas lahannya, sehingga Batam mendapatkan imbas keuntungan investasi baru. Selain itu, biaya di Batam jelas lebih murah,” terangnya.

Akan tetapi, Vice President IBN, Michael Yong, meminta ketegasan hukum dan jaminan investasi. ”Jujur, kalau mengandal pembeli dari lokal Batam tentu pasar kita tak masuk. Sehingga, kita memasarkan investasi jangka panjang pada member kami di berbagai negara. Ivestor dari luar akan merasa aman masuk, jika stabilitas keamanan tercipta,” terangnya.

Untuk itu, masih Syamsul, Pemko secara insentif melakukan pertemuan-pertemuan dengan unsur musyawarah pimpinan daerah (muspida) demi terciptanya stabilitas keamanan maupun kebijakan-kebijakan yang diambil untuk pertumbuhan ekonomi. ”Pemko akan berusaha memberikan jaminan investasi,” ujarnya.

Diungkapan Michael, di IBN Tower akan dibangun empat hotel, pusat bisnis sekitar 6.000 meter persegi di lantai 28 untuk ekspo, parkir dalam gedung dan luar gedung, dan lain-lain. ***

Gula Pasir Rp12.000 per Kg





Senin, 19 Juli 2010 08:56 9sumber Batam pos,versa asli)

Kelangkaan gula pasir kini mulai merata di Batam. Hampir seluruh wilayah di daerah ini sulit ditemukan gula. Kendatipun ada, harganya sudah melambung tinggi. Di Pasar SP Plaza Batuaji misalnya, harga gula tembus Rp12 ribu per Kg.

”Udah gak heran tiap mau bulan puasa pasti semua harga sembako termasuk gula, naiknya gila-gilaan,” ujar Mardiana, warga MKGR Blok Berkah kepada Batam Pos, Minggu (18/7).

Sebelum ada kenaikan seiring meningkatnya permintaan konsumen. Para pedagang di sana biasa menjual gula berkisar Rp10-11 ribu per Kg. Menurut pedagang, gula yang mereka jual selama ini merupakan gula impor asal Thailand.

”Gula lokal saya belum pernah jual, tapi kalau gula impor Thailand pernah jualnya. Harganya lebih murah dibanding gulaku, yakni berkisar Rp10 ribu per kilo, tapi sekarang sudah kosong,” ujar
Yudi, pedagang di pasar SP Plaza, kemarin.

Kelangkaan gula yang terjadi saat ini akibat kurangnya pasokan dari distributor. Para pedagang kesulitan untuk mendapatkan gula. Tak pelak harga gula terus meroket di sana.

Abeng, pedagang toko sembako lainnya di Pasar SP Plaza mengungkapkan, awalnya harga gula yang dibeli dari distributor sekitar Rp7.800 per Kg. Setelah itu naik menjadi Rp8.500 dan naik lagi menjadi Rp8.900. Terakhir menjadi Rp11 ribu per Kg.

”Dari distributor Rp11 ribu per kg, mana dapat jual murah, rugilah kita,” ujarnya.

Mak Atik, salah seorang warga di perumahan Pandawa I Batuaji kepada Batam Pos mengatakan, semenjak harga gula melambung, ia dan keluarganya jarang minum teh ataupun kopi. ”Sekarang gula mahal, tak sanggup kalau sering-sering buat teh,” ujarnya mengeluh.

BP Siap Buka Kran Impor Gula

Badan Pengusahaan (BP) Batam bersedia kembali membuka kran impor gula, yang kini harganya di pasar terus meroket seiring berkurangnya pasokan gula ke pedagang-pedagang.

Mereka juga siap membantu pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, untuk melobi pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, guna meloloskan niat Apindo mengimpor gula 3.000 ton jelang Ramadan.

Saat itu Apindo Kepri melalui ketuanya, Cahya mengaku, siap membantu pemerintah Batam dan Kepri menekan kenaikan harga gula yang melambung tinggi tersebut. Pihak Apindo-pun menjamin harga gula yang dijual ke masyarakat nantinya tak akan melebihi Rp8 ribu per Kg. Harga murah tersebut setidaknya dapat meringankan beban masyarakat terlebih jelang bulan puasa dan Idul Fitri mendatang.

”Kita bekerja sesuai aturan saja, kalau dikasih jatah impor oleh pusat tentu akan dilaksanakan secepatnya,” ujar Direktur Lalu-lintas Barang BP Batam, Fathullah, Minggu (18/7).

Meski mereka sudah siap, sebut Fathullah, yang harus mengupayakan agar Batam dapat jatah impor gula adalah Dewan Kawasan (DK). ”DK harusnya yang getol melobi pusat, karena kewenangan yang diberikan Departemen Perdagangan untuk itu adalah DK,” tukas Fathullah. ***

Pengusaha Butuh Kepastian Silaturahmi Apindo Se-Kepri





Senin, 19 Juli 2010 08:55 (sumber Batam Pos,versi asli)

JODOH (BP) - Enam wanita cantik asal China yang tergabung dalam Beauty6 sukses menghibur ratusan pengusaha Batam dan Kepri yang hadir dalam acara gala dinner Apindo, Jumat (16/7) di Planet Holiday Hotel, Jodoh. Acara tersebut terselenggara berkat kerja sama Apindo dan Indonesia China Business Council (ICBC).

”Acara tersebut digelar sebagai ajang silaturahmi dan persatuan para pengusaha se Kepri. Saya merasa bangga atas kekompakan para pengusaha dan anggota Apindo Kepri,” ujar Abidin Hasibuan, selaku dewan kehormata Apindo, saat memberikan sambutan.

Hal tersebut dibuktikan dengan hadirnya lebih dari 700 pengusaha asal Batam dan Kepri dalam acara yang terselenggara berkat gagasan dari Kedubes China yang berkunjung ke Batam beberapa waktu lalu.

Ketua Apindo Kepri Cahya membenarkan perkataan dari Abidin tersebut. Menurutnya, sudah seharusnya pengusaha memilih Wali Kota yang bisa menciptakan suasana usaha yang kondusif.

”Kita memerlukan kepastian dalam berusaha. Dengan suasana yang penuh dengan ketidakpastian seperti sekarang akan susah mengembangkan usaha,” ujarnya.

Beauty6 menunjukkan kebolehannya selama satu jam dengan lagu-lagu yang mereka sajikan dengan musik tradisional China. Mereka menggunakan alat musik tradisional China seperti Erhu, Pipa, Guzheng, Duxianqin, Dizi, dan Yangqin.

Selain Beauty6, ada juga penampilan dari CT Girls dari Malaysia, dengan tarian-tarian dan nyanyian ala Timur Tengah.

Grup ini merupakan pecahan dari 12 Girls Band yang telah terkenal di China sejak 2001. Beauty6 dibentuk pada akhir tahun 2009 lalu. Mereka terdiri dari Yang Song Me, Sun Ting, Zou Jiannan, Lei Ying, Zhang Kung, dan Sun Yuan.

Acara ini dihadiri tokoh-tokoh Apindo Kepri, seperti Ketua Apindo Kepri Ir Cahya, dan Dewan Penasihat Apindo Chris Wiluan, serta pengurus dan anggota Apindo lainnya.

Para pengusaha pada umumnya mengharapkan pemerintah dapat tegas dalam menentukan sikap. “Kebijakan yang diambil harus berpihak pada pengusaha dan rakyat. Rencana kenaikan pajak dirasa sangat memberatkan para pengusaha,” ujar ketua panitia, Kasman, di sela-sela acara. (cr1)