Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Rabu, 05 Desember 2012

Parkiran Rusunawa Mukakuning Rawan

Dua Sepeda Motor Hilang
BATAM (HK) - Parkiran di rumah susun sewa (Rusunawa) Mukakuning belakangan ini tampaknya semakin rawan pencurian sepeda motor. Buktinya, sepeda motor Mio milik Nurhadi (30) warga rusunawa diketahui hilang dari tempat parkir, Rabu (28/11) malam lalu. Meskipun kendaraannya itu dalam keadaan terkunci.

Bahkan ia masih tidak percaya atas kehilangan motornya, pada saat dimintai keterangan di ruangan Reskrim Polsek Sei Beduk, lantaran sudah digembok. Selain itu, ia merasa sudah susah payah untuk mendapatkan kendaraan itu, dengan cara mencicil.

135 Perusahaan Tolak UMK Batam

BATAM (HK) - Pengusaha di Batam masih harap-harap cemas  menunggu keputusan penetapan Upah Minimal Kota (UMK) Batam. Namun begitu, hingga kemarin sudah 135 perusahaan menyatakan keberatan dan menolak UMK Batam senilai Rp2.040.000 yang telah ditandatangani Walikota Batam Ahmad Dahlan beberapa waktu lalu.

"Kita masih menunggu penetapan oleh Gubernur Kepri HM Sani, karena sampai sekarang yang bersangkutan kabarnya masih di Jerman," ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam Ahmad Ma'ruf, Minggu (2/12).

Batam Sebaiknya Miliki Aturan Tersendiri

BATAM (HK) - Pemberlakuan izin impor buah dan sayuran atau hortikultura yang masuk ke Indonesia, melalui Batam harus sesuai Permentan Nomor 60 Tahun 2012 dan Permendag Nomor 30 tahun 2012 yang diberlakukan  per 28 November, setelah sebelumnya sempat ditunda. Sebagai kawasan free trade zone, Batam diusulkan memiliki aturan tersendiri.

Demikian disampaikan Fathullah, Kasubdit Lalu Lintas Barang BP Batam, Minggu (2/12). Dikatakannya, segala perizinan impor harus ada  rekomendasi izin produk hortikultura atau RIPH  dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan persetujuan impor atau PI dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Namun, BP Batam akan terus berupaya meminta keringanan khusus untuk Batam.

Kinerja Aparat Harus Dievaluasi

FTZ BBK

BATAM (HK) -  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam meminta pemerintah pusat mengevaluasi kembali kinerja aparat penegak hukum yang ditempatkan di Batam. Hal ini terkait masih banyaknya produk bebas cukai dari Batam diselundupkan ke berbagai daerah pabean di Indonesia.

"Bukan rahasia lagi, banyak produk bebas cukai dari Batam, terutama elektronik yang masuk ke daerah pabeanan, dan tidak mengikuti prosedur yang ada. Praktiknya kasat mata kok, tetapi kenapa susah sekali menangkapnya? Saya katakan, ini karena Batam itu serba abu-abu, tidak ada kejelasan. Banyak permainan, status free trade zone (FTZ) tidak optimal. Saya setuju bila pelaksanaan FTZ dievaluasi, tetapi bukan menjadikannya enclave, itu ngawur! Mundur namanya. Masalah penyelundupan menjadi tanggung jawab aparat, kinerja mereka harus dievaluasi," ujar Ketua Kadin Batam Ahmad Ma'ruf dihubungi sambungan telepon, Minggu (2/12).

Sejumlah Perusahaan Lapor Apindo Lakukan PHK


Tribun Batam - Rabu, 5 Desember 2012

Laporan Tribunnews Batam, Kartika

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Hal yang dikhawatirkan akan adanya PHK di sejumlah perusahaan akhirnya jadi kenyataan. Ketua Apindo Kepri, Cahya mengaku sudah mendapat laporan resmi terkait  adanya PHK di sejumlah perusahaan.

Menurut informasi yang diterima, Apindo mencatat ada beberapa perusahaan yang menyampaikan mengenai rencana tersebut secara resmi. Menurut Cahya hal ini karena perusahaan-perusahaan tersebut telah berencana rasionalisasi dalam waktu dekat. Di antaranya, PT Sumitomo Wiring Systems Batam Indonesia, PT Unisem, PT Ho Wah Genting, PT Infineon, PT Drydocks Nan Indah. Ia tak menampik PHK ini disebabkan tingginya upah minimum kota (UMK) 2013 Batam yang mencapai Rp 2.040.000.

Pekerja Lima Perusahaan Geruduk Disnaker Batam


Tribun Batam - Senin, 3 Desember 2012 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Laporan Tribunnews Batam, Kartika Kwartya

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM- Ratusan pekerja dari lima perusahaan mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Batam di Sekupang, Senin (3/12/2012) pagi.  Mereka meminta  revisi nota dinas terhadap masalah yang dihadapi pekerja di lima perusahaan tersebut terkait perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) atau sistem kontrak, kemudian outsourcing, dan PHK massal.

Ayo Gabung Seminar Deteksi Dini Kanker

4 Desember 2012  (sumber Batam Pos)
0
Kanker hingga kini masih menjadi momok menakutkan bagi semua orang dan sebagai penyakit mematikan terbanyak kedua setelah penykit jantung.
Ada beberapa macam penanda tumor yang digunakan untuk skrining dan deteksi kanker stadium dini sebelum terjadi penyebaran.
Mengingat pentingnya informasi tentang pemeriksaan di atas, RSOB-BP Batam menyelenggarakan Seminar Sehari Deteksi Dini Kanker
Hari / Tanggal:  Minggu, 09 Des 2012
Tempat:                 Hotel Haris, Batam Centre
Waktu:                  08.00 – 15.00 WIB
Biaya:
  • Dokter Spesialis (Rp200 ribu)
  • Dokter Umum (Rp150 ribu)
  • Perawat/Analis (Rp125 ribu)
  • Umum/Mahasiswa (Rp100 ribu)
Pembicara: dr. Meidy D. Posumah, SpA; dr. Wahyu Pramono, SpPD; dr. Adriyanti, SpOG; dr. Oke Viska, SpP; dr. Josua Saing, SpB; dr. A. Mubin Hutasuhut, SpU; dr. Aditomo Widarto, SpB;
Moderator dr. Erlina,M.Sc, SpPK
Informasi dan Pendaftaran: Yosefa (0812 7712 5999), Nurhaida (0813 7224 3009),
Pembayaran dikirim melalui Rek Mandiri 1260005920920 (a/n Priyandini Wulandari), Rek BCA 5240309621 (a/n Priyandini Wulandari), Konfirmasi pembayaran (SMS) 082112883030.
Formulir Pendaftaran: RSOB BP Batam, Klinik Satelit RSOB (Klinik Baloi, Bifza, Bandara)  (rilis) (103)

Lahan Tidur Harus Registrasi Ulang

4 Desember 2012  (sumber Batam Pos)

Setelah selesai melakukan registrasi ulang terhadap kavling siap bangun, kini BP Batam sudah mulai melakukan registrasi ulang terhadap lahan tidur dan bangunan terbengkalai di Batam. Jika pemiliknya tidak melakukan registrasi hingga akhir tahun 2012 ini maka lahannya akan segera ditarik oleh BP Batam.
Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam Ilham Eka Hartawan mengatakan sebagian besar lahan yang akan ditarik oleh BP Batam nantinya adalah lahan yang dialokasikan tahun 1998 lalu. Ilham mengatakan sebagian lahan ini dikarenakan tersangkut masalah utang piutang di perbankan.
“Kebanyakan itu yang zamannya reformasi. tapi tidak menutup kemungkinan lahan yang masih beberapa tahun juga harus diregistrasi ulang. Saya tidak tahu pasti berapa jumlahnya,”katanya di gedung BP Batam, Selasa (4/12).

Batam Pintu Masuk Selundupan

1 Desember 2012  (sumber Batam Pos)

JAKARTA (BP) – Niat pemerintah menjadikan Batam sebagai free trade zone (FTZ) atau zona perdagangan bebas, justru berbuah pahit. Wilayah ini kini justru banyak digunakan untuk aksi-aksi penyelundupan.
Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono mengatakan, zona bebas perdagangan bebas di Batam sudah terbukti menjadi salah satu pintu masuk utama masuknya barang impor ilegal ke Indonesia. ”Karena itu, kami akan meminta pelaksanaan FTZ di Batam dievaluasi,” ujarnya, Kamis (29/11) lalu.

1000 Pohon untuk Sambut Pendatang

1 Desember 2012 - (sumber Batam Pos)

Pemerintah Kota Batam melakukan gerakan penanaman 1000 pohon di sepanjang tepi jalan Sudirman 1 mulai dari Bandara hingga Simpang Kabil, pagi ini. Penanaman ini melibatkan sejumlah skpd, unsur BP Batam, Dandim, Kantor Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serta siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) 3 Batam Kota.
Jenis pohon yang ditanam adalah Oriano atau yang biasa disebut dengan tanaman Pucuk Dicinta. Bibit pohon disediakan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).
“Ini merupakan bentuk komitmen kami terhadap pemanfaatan 30 persen lahan kota sebagai paru-paru kota,” kata Walikota Batam Ahmad Dahlan dalam acara tersebut, pagi ini.
Gerakan tanam pohon ini merupakan rangkaian dari gerakan penanaman satu milyar pohon di kota Batam yang sudah dimulai beberapa waktu lalu. Pada tahap awal, penanaman dilakukan untuk pohon akasia. Tahap selanjutnya adalah pohon angsana, trembesi, juga sengon.
“Untuk kali ini, Pak Dahlan ingin mereka yang baru saja keluar dari bandara ingin menuju ke Batam Centre itu langsung disambut dengan pohon-pohon yang cantik-cantik. Makanya ini kami siapkan pohon pucuk dicinta,” kata Kepala Dinas Kehutanan, Pertanian, Peternakan, dan Kelautan (KP2K) kota Batam Suhartini.
Penanaman ini direncanakan akan terus berjalan hingga tahun 2015. (ceu) (152)