Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Jumat, 23 Juli 2010

HUMAS BANDARA: CUACA BURUK TAK PENGARUHI PENERBANGAN
Batam, 22/7 (ANTARA) - Cuaca buruk yang melanda Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, tiga hari terakhir tidak memengaruhi penerbangan dari dan ke Bandar Udara Hang Nadim, kata Hendrawan selaku humas bandara setempat.

Humas Bandara Hang Nadim Batam, Hendrawan, Kamis menegaskan, "Tidak ada penerbangan yang terganggu akibat cuaca. Seluruh penerbangan normal."

Dia mengemukakan, jika ada keterlambatan kedatangan atau keberangkatan, bukan disebabkan masalah cuaca.

Hujan yang terus mengguyur Kota Batam, kata dia, tidak memengaruhi jarak pandang penerbangan. "Jarak pandang normal, di atas 5.000 meter," katanya menjelaskan.

Hal senada dikatakan Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bandara Hang Nadim, Agus Lacuda.

Dia menyatakan jarak pandang masih aman untuk penerbangan. "Cuaca tidak akan mengganggu lalu lintas penerbangan di Batam," katanya menegaskan.

Ia memprakirakan hujan yang mengguyur kota terbesar di Provinsi Kepri ini hingga Agustus 2010.

Menurut dia, badai tropis Chan Thu yang melanda perairan laut China Selatan berdampak pada cuaca yang tak menentu di Batam.

"Badai Chan Thu ini sudah terjadi sejak tiga hari terakhir ini," kata Agus.

Dia mengatakan badai Chan Thu terjadi di laut China Selatan dengan posisi 18,4 derajat lintang utara dan 113 derajat bujur timur atau berdekatan dengan Laos dan Hong Kong

Tekanan udara yang diakibatkan badai Chan Thu di bawah 1.000 milibar dengan pergerakan angin menuju barat berkecepatan 55-70 knot. (T.Y011/C/D007/D007) 22-07-2010 16:03:27 NNNN

Copyright © ANTARA

Jalan Rusak dan Berlumpur Terus Bertambah





Jumat, 23 Juli 2010 08:07 (sumber Batam Pos,versi asli)

Normalisasi Drainase Lambat

SEIBEDUK (BP) – Kondisi jalan utama Mukakuning-Mangsang Tanjungpiayu pada musim hujan sangat berbahaya bagi pengendara. Pasalnya kondisi fisik penuh genangan air dan badan jalan makin banyak yang berlumbang serta berlumpur.

Lumpur itu akibat dari perbaikan drainase belum rampung, sehingga tanah galian berbaur dengan air hujan,” ujar Sondra, tokoh masyarakat Bidaayu, Kamis (22/7).

Hilir mudik kendaraan juga menjadi pemandangan yang tak sedap dipandang. Para pengendara berebut mencari celah jalan yang tak berlubang walau bukan berada jalur sebelah kiri. ”Ada yang sampai tabrakan ringan. Ada juga yang bertengkar dan main pukul satu sama lainnya,” sebut Sondra.

Beberapa warga setempat sangat menyayangkan proses normalisasi drainase tersebut. ”Lihat saja jalanan jadi becek dan licin. Seharusnya sebelum musim hujan drainasenya sudah bagus agar tidak terjadi seperti ini,” ujar Eko Penaya, tukang ojek di Perumahan Puri Agung, kemarin.

Hal serupa juga terlihat di depan Sekolah Menengah Pertama Negeri 016 Bidaayu. Kondisi jalan rusak tersebut telah berlangsung lama. Akibatnya, sejumlah pelajar dan masyarakat yang melintas di lokasi tersebut ada yang sampai tergelincir jatuh.

Tidak hanya itu, Rahman, supir taksi Mukakuning menyebut walau hanya beberapa meter saja, kerusakan jalan tersebut juga menimbulkan kemacetan.

”Pagi-pagi biasanya macet di sini, semua pengendara berlomba-lomba mencari celah yang baik. Kadang-kadang juga sering terjadi tabrakan ringan,” jelasnya.

Lain lagi dengan penuturan Enol, karyawan salah satu perusahaan di Kawasan Industri Mukakuning. Menurut Enol, dirinya menjadi salah satu korban dari jalan yang rusak tersebut. Ironisnya, bukan korban kecelakaan tapi di jalan rusak tersebut dirinya pernah ditampar salah seorang aparat karena dianggap merebut celah jalan yang agak baik di jalur sebelah kanan.

”Ya semoga cepat diperhatikanlah. Jangan sampai ada korban jiwa,” ujarnya sambil berlalu.
Kondisi jalan yang memprihatinkan juga terlihat di jalan utama menuju Kampung Becek, Seibinti Sagulung. Jalan yang menghubungkan ribuan perumahan warga dan beberapa perusahan galangan kapal tersebut tak terhitung lagi berapa jumlah lubangnya.

Jalan berlubang mulai terlihat dari lampu merah simpang tiga Kampung Becek. Semakin ke dalam kerusakan makin parah. Banyak lubang-lubang besar yang memutus badan jalan. Apalagi, parit yang terdapat di kanan kiri jalan sudah tidak berfungsi lagi, sehingga air yang seharusnya mengalir justru keluar ke badan jalan yang mengakibatkan becek dan berlumpur.

”Ini bukan hal baru bagi warga di sini. Sudah sekian kali kami mengusulkan perbaikan ke Pemko, namun belum ada realisasinya,” kata Rahman, tokoh masyarakat setempat.

Selain karena kualitas pengaspalan badan jalan dan drainase dinilai kurang bagus, kerusakan jalan tersebut juga diakibatkan oleh beberapa truk perusahan galangan kapal yang sering ke luar masuk melalui jalan tersebut.

”Walaupun aspalnya bagus, tapi kalau setiap saat jalan selalu dibebani dengan puluhan truk yang penuh dengan muatan, gimana pun akan rusak,” timpal Safrudin, warga lainnya.
Saat ini hanya satu harapan warga, pemerintah segera memperbaiki jalan-jalan tersebut demi keselamatan. (cr2)

Kamis, 22 Juli 2010

Karyawan BP Batam Donor Darah

BATAM CENTRE- Seluruh karyawan-karyawati Kantor BP Batam melaksanakan bhakti sosial berupa donor darah guna membantu Palang Merah Indonesia (PMI) yang mengalam krisis stok darah.

Kegiatan donor darah yang disponsori Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI), Badan Pengusahaan Batam berlangsung di Aula Marketing BP Batam, Selasa (20/7) dimulai pukul 10.00 hingga pukul 15.00 WIB.

Karyawan dan Karyawati serta para pejabat BP Batam tampak antusias menyumbangkan darahnya sebagai bentuk kepedulian terhadap kesulitan dialami PMI dan terhadap sesama yang membutuhkan darah. Dendi Gustinandar, Ketua Panitia bhakti sosial menjelaskan, kegiatan bernuansa kemanusiaan tersebut dalam rangka Isra Mi’raj sekaligus melakukan silahturahmi antara sesama karyawan di tiga instansi menjelang Ramadhan.

Semula, kata Dendi, acara bhakti sosial dijadwalkan berlangsung hari Kamis mendatang. Namun mengetahui PMI kekurangan stok darah, maka pihaknya mengambil kebijakan untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan donor darah.

”Meski sifatnya mendadak dan sempat pontang-panting, tapi Alhamdulillah acara berjalan sesuai rencana kita,” ujar Dendi disela-sela kegiatan donor darah.

Sementara itu, Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) drTrihayati Machdar menyambut baik antusiasme pihak BP Batam dan BKDI yang sangat tangga atas kesulitan PMI dan segera melaksanakan donor darah. Dalam bhakti sosial ini pihaknya menargetkan sebanyak 80 kantong darah.

”Dan dari jumlah yang kita targetkan tersebut nantinya pun akan habis digunakan selama tiga hari ke depan. Oleh karena itu, kita sangat membutuhkan uluran tangan dari sejumlah masyarakat untuk mendonorkan darahnya kepa,” katanya. (sm/nn)

Jalanan Batam Kembali Terendam

BATAM CENTRE- Jalanan Batam kembali terendam air. Banjir yang menggenangi sejumlah ruas jalan dan kawasan pemukiman, Selasa (20/7), disebabkan tidak sanggupnya drainase menampung tingginya curah hujan yang turun dari pagi sampai malam hari.

Akibat banjir, kondisi jalanan juga sempat macet. Salah satunya seperti terlihat di jalan raya Sukajadi. Jalanan dua arah dari Nagoya-Bandara dan sebaliknya itu nyaris lumpuh. Guna menghindari banjir dan kemacetan, pengendara terpaksa memilih jalan alternatif.

Pantauan koran ini, persis di depan Ruko Taman Golf Sukajadi, kedalaman air hampir sekitar 60 centimeter. Di jalan itu antrean kendaraan cukup ramai. Ini disebabkan pengemudi mobil terpaksa melambatkan laju kendaraannya saat menerobos banjir.

"Tadi saya mencoba untuk melintas, sampai diseberang mesin lansung mati. Masuk air agaknya," ujar pria berkacamata yang enggan menyebutkan namanya itu.

Di ruas jalan dari Kantor BNI Sei Panas-Simpang Franky, persisnya di depan Perumahan Marcelia, juga terendam banjir. Kawasan ini sepertinya memang sudah menjadi langganan banjir. Ini selalu terjadi setiap hujan turun sepanjang hari.

Aji, warga Perumahan Marcelia mengatakan, jalan di depan Perumahan Marcelia memang sudah menjadi langganan banjir ketika hujan turun. Menurut pekerja salah satu perusahaan di kawasan industri Cammo, Batam Centre itu, penyebab terjadinya banjir akibat tidak sanggupnya drainase menampung air hujan.

"Drainasenya kecil, makanya jadi banjir," terangnya.

Selain ruas jalan menuju Simpang Franky atau Kantor BNI Sei Panas, genangan air juga terlihat di sejumlah jalan menuju kawasan pemukiman. Seperti yang terjadi di Perumahan Dotamana, Batam Centre. Di sini penyebab banjir juga sama, yaitu kecilnya ukuran drainase. Di simpang Tembesi menuju simpang Base Camp, Batuaji, kondisi serupa juga terjadi.

"Setiap musim hujan jalan di sini pasti banjir," tutur Saodah, kawaryawan sebuah perusahaan industri di Mukakuning. (sm/an)

Perbaiki Jalan Piayu, PU Koordinasi dengan OB




Kamis, 22 Juli 2010 08:56 (sumber Batam Pos,versi asli)
Jalan Arteri Tanggung Jawab OB

BATAM CENTRE (BP) –
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Batam Yumasnur mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Otorita Batam (OB) terkait upaya perbaikan ruas jalan rusak di kawasan Tanjungpiayu.

”Kita komit untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak, tidak hanya di kawasan Tanjungpiayu. Tapi jalan rusak di kawasan lain, juga akan diperbaiki. Tapi tanggung jawab perbaikan jalan arteri ada di OB,” kata Yumasnur kepada Batam Pos, Rabu (21/7) di gedung DPRD Batam.

Inflasi Batam Naik





Kamis, 22 Juli 2010 08:46 (sumber Batam Pos,versi asli)

BATAM (BP) - Meningkatnya harga sembako di Batam yang disebabkan berbagai faktor, menjadi salah satu penyebab inflasi (nilai mata uang lebih rendah dari harga barang) di Batam naik. Bahkan tertinggi di antara penyebab laju inflasi di Batam.

Pemimpin Bank Indonesia (BI) Batam, Elang Tri Praptomo, menyebutkan, Juni 2010 laju inflasi Kota Batam sebesar 1,42 persen. Dari semua kota di Sumatera tercatat mengalami inflasi, dan inflasi tertinggi terjadi di Jambi sebesar 3,23 persen dan terendah di Sumatera adalah Banda Aceh sebesar 0,30 persen.

Elang, mengurai, kenaikan sembako menyumbang inflasi 3,81 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,84 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 1,57 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,08 persen dan kelompok sandang 1,18 persen. Kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,41 persen. (cr6)

Wawako: Singapura Saja Banjir





Kamis, 22 Juli 2010 09:01 (sumber Batam pos,versi asli)

Pemko Tak Mau Disalahkan

Wakil Wali Kota (Wawako) Batam Ria Saptarika mengatakan, banjir yang selama ini melanda merupakan hal yang wajar. Banjir hanya terjadi saat hujan lebat saja.

”Banjir hanya di beberapa titik saja dan saat hujan lebat saja. Itu belum dikatakan banjir. Baru dikatakan banjir apabila genangan air sudah berhari-hari dan masyarakat harus diungsikan. Selama ini kan tidak begitu,” katanya.

Wawako bercermin, pada negara Singapura yang juga terkena dampak banjir.

”Singapura saja yang terkenal drainasenya sempurna bisa banjir,” imbuhnya.

Namun demikian, Pemko Batam tetap melakukan upaya penanganan banjir. Antara lain dengan merancang master plan Kota Batam. ”Dalam master plan tersebut kan kita mengetahui titik-titik banjir. Kita upayakan membangun drainase bahkan sampai menguunakan APBN,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas pekerjaan Umum (PU) Batam Yumasnur, mengatakan, untuk mengurangi benjir selain membangun drainase, pihaknya lebih memfokuskan pada normalisasi drainase yang sudah ada. ”Namun masalah drainase dan banjir ini sangat kompleks,” katanya.

Alasan penyebab banjir, lanjut Yumasnur yaitu tingkat tataguna lahan yang tinggi di Batam. Maksudnya, banyaknya pembukaan lahan yang baru menyebabkan lokasi tangkapan dan resapan air berkurang.
”Apalagi banyak daerah yang sudah land clearing menyebabkan lumpur masuk ke drainase dan menyumbat. Akhirnya jadi banjir,” imbuhnya.

Pembukaan lahan, lanjutnya, membuat titik-titik banjir bertambah. Titik-titik banjir yang ada saja belum terselesaikan tambah lagi yang baru. “Namun kita mencoba menyelesaikannya secara bertahap,” akunya.
Selain itu, topografi (keadaan muka bumi pada suatu kawasan atau daerah) Batam juga mempengaruhi, artinya daratan dan lautan tidak beda jauh tingginya. Menurut Yumasnur, di wilayah Jodoh contohnya, pasang pada siang hari sehingga air keluar dari drainase.


Sementara untuk wilayah Tanjungpiayu yang langganan banjir, Yumasnur mengaku anggarannya sangat besar untuk membuat drainase. ”Kita harus membuat drainase sampai seribu meter, itu sangat besar anggarannya,” tuturnya.

Yumasnur mencontohkan banjir yang terjadi di kawasan Tiban Ayu. Menurutnya, penyebabnya adalah intensitas hujan yang tinggi. Yumasnur mengaku, aspal di jalan tersebut sudah lama retak dan aus. Kemudian masuk air hujan dari sela-sela retak membasahi fondasi jalan. Ditambah lagi banyaknya kendaraan berat yang lewat membuat aspal terbongkar.

”Namun kita sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Sudah milai diperbaiki,” katanya lagi.

Sistem Drainase Buruk


Banjir yang kerap menimpa Batam saat hujan mengguyur diduga akibat buruknya sistem saluran air (drainase). Pemko Batam dinilai kurang memperhatikan kondisi drainase tersebut.


Seperti tampak di jalan depan perumahan Odessa Batam Centre. Drainase di sini tertutup lumpur, tak pelak, saat hujan mengguyur jalanan yang ada menjadi banjir. Celakanya, jalanan juga ikut tertutupi lumpur licin yang terkadang menyebabkan pengendara motor tergelincir.

Sementara di depan Universitas Batam (Uniba), lebih rumit lagi. Drainase justru tidak ada. Air hujan yang mengguyur langsung tumpah menutupi bahu jalanan. Kondisi tersebut membuat jalan menjadi banjir. Saat hujan reda, sampah pun berserakan di jalanan.

Di jalan Dotamana Batam Centre lebih parah lagi, drainase di sini sudah lama mengalami penyempitan. Masyarakat sekitar jalan bahkan sudah berulang kali melaporkan ke pihak Kelurahan. Namun tak juga direspon. Saat hujan mengguyur simpang Dotamana ini berubah menjadi kubangan raksasa. Air setinggi lebih dari lutut orang dewasa membuat khawatir pengguna jalan.

Beberapa pengemudi motor yang nekat menerobos tak jarang motornya mogok dan terpaksa mendorong. Tidak hanya itu jalanan menjadi macet. “Maunya Pemko apa sih? Sudah tau rusak banjir kok tidak diperbaiki. Apa nunggu sampai hancur dulu jalan di sini,” kata Leo warga Dotamana.


Kondisi drainase buruk juga terjadi di sepanjang jalan Simpang Bandara menuju Batubesar Nongsa.
Di sana drainase bahkan rata dengan badan jalan. Akibat tertimbun tanah, tak pelak saat hukan mengguyur jalanan disesaki air dan lumpur.

Di jalan Batubesar-Polda Kepri juga mengalami hal serupa. Drainase di sepanjang jalan ini tidak ada. Akibatnya air dengan mudah menutupi bahu jalan, ketika hujan lebat. Kondisi tersebut membuat jalananan yang ada di sana banyak yang berlubang.

Pantauan Batam Pos di lapangan menemukan 16 titik lubang di jalan raya Batuampar sampai DC Mall yang rata rata lubangnya berdiameter sekitar setengah meter dan dalam sekitar 15 sampai 20 centimeter, Rabu (21/7).

Baru Ditutup Berlubang Lagi

Ruas jalan di Batam dengan lubang menganga sudah tak terhitung jumlahnya. Selain lubang baru yang muncul akibat tergerus air, ratusan lubang lama yang pernah ditutup oleh Pemerintah Kota Batam kembali rusak.

Lubang-lubang baru yang berserakan tak terkontrol itu saat ini jadi ketakutan tersendiri bagi warga khususnya pengendara. Pasalnya, selain takut terperosok, mereka juga takut saling tabrak gara-gara menghindari lubang dengan diameter hingga 30 cm dalamnya.

Pantauan Batam Pos, jalan berlubang cukup parah terlihat di sepanjang jalan Baloi menuju Jodoh, Batuampar, Bengkong dan Seipanas.

Hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur akhir-akhir ini menambah ‘derita’ baru bagi pengendara. Pasalnya, banyak ruas jalan yang nyaris terputus gara-gara berlubang.

”Kami sudah susah payah bayar pajak kok jalan di Batam ini tak pernah diperbaiki sejak beberapa tahun lalu. Kalau cuma ditambal, mana tahan,” ujar Didik Hadi dengan cetusnya setelah diminta tanggapannya soal kondisi jalan raya yang ada di Batam saat ini, kemarin (21/7).

Warga Puri Legenda ini mengaku sangat kesal karena saat hujan menguyur kota ini Selasa (20/7) lalu, para pengendara banyak yang terperosok di lubang yang dipenuhi luapan air.

Selain lubang jalan, warga juga mengeluhkan banyaknya material tanah, batu, dan pasir yang menutupi aspal pascahujan deras baru-baru ini.

”Lebih baik melintas di jalan tak beraspal daripada melewati jalan yang penuh dengan batu kerikil. Sangat mudah tergelincir bahkan pecah ban,” kata Donand Siregar, pengojek di depan pos Polisi Jodoh, kemarin.

Jalan berlubang di Batam ini sangat berpengaruh pada arus lalulintas. Di kawasan Pasar Induk Jodoh, puluhan kendaraan roda dua empat terjerembab dalam kemacetan gara-gara jalan didepannya berlubang dengan kedalaman hampir 40 cm. (vie/spt/cr3/cr6)

Rabu, 21 Juli 2010

BATAM BANJIR


Batam, 20/7 (ANTARA) - Hujan yang mengguyur Batam sejak pukul 12.00 WIB, Selasa, menyebabkan beberapa ruas jalan di kota itu banjir.

Banjir terjadi di Batam Centre, sekitar Stadion Temunggung Abdul Djamal, kawasan SMP 8, Simpang Kabil, Legenda Malaka, dan beberapa jalan lain.

Di sekitar Stadion Tumenggung Abdul Djamal, banjir menyebabkan macet hingga sekitar satu kilometer.

Di Simpang Duta Mas, dua mobil terjebak dalam banjir setinggi lutut orang dewasa. Beberapa mobil lainnya memutar balik untuk menghindari banjir.

"Kami tidak bisa lewat, jalanan banjir," kata seorang pengendara mobil yang memutar balik.

Ia menganjurkan kepada pengendara lain untuk memutar balik agar tidak terjebak banjir.

Di kawasan yang sama, seorang anak berpakaian sekolah dasar nampak berjalan menghadang banjir.

Seorang warga Batam Centre Agus menyesalkan banjir yang terjadi di kota industri itu.

"Sudah lama Batam tidak banjir. Kenapa sekarang bisa terjadi?" kata dia.

Menurut Agus, banjir besar sudah dua tahun tidak melanda Batam sejak Pemerintah Kota Batam memperbaiki beberapa drainase jalan utama.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Batam diharap segera membenahi drainase agar banjir tidak terjadi lagi.

"Banyak aktivitas yang tidak bisa dilakukan karena banjir ini," kata dia.

(T.Y011/B/s018/s018) 20-07-2010 14:06:42 NNNN

Copyright © ANTARA

Rusak Parah, Dewan Desak Jalan Piayu Diperbaiki





Rabu, 21 Juli 2010 09:31 (sumber Batam Pos,versi asli)

BATAM CENTRE (BP) – Komisi III DPRD Kota Batam mendesak agar instansi terkait segera memperbaiki ruas jalan Tanjungpiayu yang rusak parah. Apalagi, jalan itu sudah lama rusak dan tidak pernah diperbaiki.

”Kita sudah menanyakan perihal perbaikan jalan rusak di kawasan Tanjungpiayu ke Dinas PU Kota Batam, tapi mereka (PU, red) bilang perbaikannya ke OB. Instansi manapun yang berwenang memperbaiki jalan rusak itu, tapi kita meminta agar segera direalisasikan,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Batam Jahuin Hutajulu kepada Batam Pos, Selasa (20/7).

Masyarakat Tanjungpiayu, kata legislator Partai Demokrat itu, sudah lama menderita akibat jalan rusak itu. ”Khususnya saat melintas di ruas jalan rusak, mulai dari depan SMP Negeri 16 sampai ke Tanjungpiayu. Panjangnya mencapai 4 kilometer (Km),” sebut Jahuin.

Jahuin menambahkan perbaikan ruas jalan itu sangat penting dilakukan secepatnya. Apalagi ruas jalan yang rusak parah merupakan akses satu-satunya bagi masyarakat Tanjungpiayu.

”Tidak ada akses jalan lain dari Tanjungpiayu ke Mukakuning dan sebaliknya. Jadi kita minta perhatian pemerintah untuk segera memperbaiki jalan yang rusak parah itu,” tegasnya.

Jika jalan rusak tidak segera diperbaiki, Jahuin mengaku khawatir akan jatuh korban. ”Lubang besar bisa ditemui di depan WTP ATB, sehingga kita khawatir jatuh korban bila pengendara roda dua dan empat melintas di sana,” ungkapnya.

Jahuin mengaku ia bersama ribuan warga khawatir, saat melintas di ruas jalan yang rusak parah itu.
”Saya dan ribuan warga Tanjungpiayu terpaksa melintas di sana setiap hari. Anehnya lagi warga banyak bekerja di Mukakuning, tapi ruas jalan yang dekat dengan kawasan industri terbesar di Batam itu rusak parah,”

Pusat Belum Buka Kran Impor Gula





Rabu, 21 Juli 2010 09:25 (sumber Batam Pos,versi asli)

Sekretaris Dewan Kawasan (DK) Free Trade Zone (FTZ) BBK Jon Arizal mengungkapkan, pemerintah pusat masih belum membuka kran impor gula. Meski komoditi beras, gula, dan lainnya dibenarkan masuk ke kawasan FTZ BBK.

”Kita sudah berusaha ke Menteri Perdagangan agar keran impor dibuka, tapi pemerintah masih mempertimbangkan dan belum membolehkan,” kata Jon kepada Batam Pos, Selasa (20/7) malam.
Menurutnya, belum dibukanya keran impor gula itu juga demi melindungi produk dalam negeri. “Apalagi, akan ada panen tebu di Jawa yang diprediksi pada bulan Juli ini,” tambahnya.

Jon mengaku bahwa harga gula di pasaran saat ini mahal. Sehingga, DK memberikan kesempatan kepada anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk mendatangkan gula dari dalam negeri. “Kalau mendatangkan gula dalam negeri, pemerintah memperbolehkan. Silakan anggota Apindo mendatangkan gula dalam negeri, dan pemerintah akan berterima kasih,” cetusnya.

Menurutnya, kesempatan pengusaha untuk mendatangkan gula dalam negeri sangat terbuka. Bahkan, Jon mengaku pihaknya mengimbau agar pengusaha beramai-ramai mendatangkan gula dalam negeri ke Batam dan kawasan FTZ BBK lain seperti Bintan dan Karimun.

”Apalagi menjelang bulan Ramadan, kita mengimbau pengusaha beramai-ramai mendatangkan gula dalam negeri. Agar harganya lebih murah, Apindo bisa mensubsidi,” paparnya.

Jon menambahkan untuk memenuhi kebutuhan gula di Batam, tidak hanya lewat impor saja. Tapi pengusaha juga bisa mendatangkan gula dari Lampung atau Jakarta. ”Silahkan pengusaha beramai-ramai masukkan gula dari Lampung atau Jakarta, supaya harganya bisa lebih murah,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Apindo Kepri Cahya mengatakan pihaknya siap mendatangkan gula impor untuk kebutuhan bulan puasa. “Dan kita bisa jamin harganya tak lebih dari Rp8 ribu,” katanya kemarin.

Namun hal itu belum ada kepastiannya. Pasalnya ia telah menyurati Gubernur Kepri HM Sani selaku ketua Dewan Kawasan (DK) dan tidak ada kepastian. “Sampai sekarang belum ada jawaban,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Ahmad Hijazi mengatakan, menjelang bulan puasa pihaknya akan mendatangkan 2 ribu ton gula lokal dari Lampung.

”Sekitar tanggal 24 Juli mendatang gula tersebut akan tiba di Batam,” katanya, kemarin.
Namun Hijazi mengaku harganya cukup tinggi. Menurutnya harga beli di Lampung Rp9.200. Perkirannya setelah sampai di pengecer sekitar Rp11-12 ribu.

Hijazi menuturkan di antara semua komoditi bahan pokok, hanya gula yang selalu menjadi masalah. Pasalnya, perdagangan gula tak sama dengan bahan pokok lain. ”Regulasi dari pusat yang tidak berpihak pada rakyat,” jelasnya.

Menurut Hijazi, birokrasi perizinan sangat panjang bahkan harus melalui Dirjen Perdagangan Dalam Negeri. ”Gula ini merupakan komoditi dalam pengawasan,” paparnya.

Masih kata Hijazi, harga gula yang tinggi saat ini juga terjadi di seluruh Indonesia bukan hanya di Batam saja. Terkait penimbunan, Hijazi mengaku di Batam kemungkinan itu tidak ada. Alasannya, para pelaku (pemasok atau distributor) memerlukan modal yang besar untuk mendatangkan gula. “Bodoh kalau mereka menimbun. Belum tentu nanti harganya tinggi, seandainya masuk gula impor maka mereka rugi,” tuturnya.

Selain itu, para pengusaha juga tidak bisa bermain karena distributornya sedikit. Menurut hijazi paling banyak hanya 6 perusahaan di Batam sebagai distributor gula. ”Kita tahu siapa saja pemain-pemain tersebut. Orangnya itu-itu juga. Kalau ada masalah tinggal cari orang-orang tersebut,” katanya lagi.
Terkait gula impor, Hijazi mengaku datangnya tak jelas dan bukan berdasarkan kebutuhan pasokan. “Impor gula tergantung menteri perdagangan dan tergantung getolnya DK melobi pusat,” akunya. (vie)