Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Kamis, 06 Mei 2010

Target Transaksi Rp3 M





Ditulis oleh EVI RISDIANTI ,
Kamis, 06 May 2010 09:28 (sumber Batam Pos,versi asli)

Batam Expo kembali digelar untuk ke-10 kalinya di Sumatera Promotion Center (SPC) Rabu-Minggu, (5-9/5). Pameran yang dibuka kemarin, menargetkan transaksi penjualan Rp3 miliar dengan 25 ribu pengunjung. Usai pameran, diharapkan terjadi kontak langsung antara investor dengan wilayah asal peserta pameran.

Pembukaan pameran ini, dihadiri Wali Kota Batam Ahmad Dahlan beserta deputi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (K-UKM) Untung Basuki, Ketua Badan penguasaan (BP) Batam yang diwakili aggota Sarana dan Prasarana BP Batam I Wayan Subawa, dan Konjen Singapura Raj Kumar secara resmi membuka Batam Expo ke-10. Hadir juga unsur muspida, anggota DPRD Kota Batam, jajaran kepala dinas Kota Batam serta Wakil Bupati Mentawai Sumatera Barat Yudas Sabaggalet.

Pameran yang digagas PT Solindo Duta Convex ini, menampilkan berbagai produk industri, kerajinan UKM, peluang investasi, informasi pembangunan, objek pariwisata dari perwakilan berbagai daerah di Indonesia.

residen Direktur PT Solindo Duta Convex, Chairul Umaiya, mengatakan, kegiatan ini diikuti 140 stan dari 25 provinsi di Indonesia. ”Selain stan UKM provinsi, kabupaten dan kota, juga dimeriahkan stan UKM dari binaan BUMD seperti Pertamina dan Telkom,” katanya.

Acara ini, lanjut Chairul juga dalam rangka meningkatkan jumlah pengunjung ke Batam yang bersinergi dengan kegiatan Visit Batam 2010. ”Setiap stan bisa terdiri dari 25-40 orang peserta. Total pendatang ke Batam mencapai 2 ribu orang. Mereka menginap di hotel, makan, dan melakukan kegiatan aktivitas lainnya. Hal ini tentu akan menggiatkan perekonomian di Batam,” ungkapnya.

Wali Kota Batam Ahlad Dahlan mengatakan, Batam Expo bisa terus dilakukan dalam menggiatkan pasar dan perekonomian. Ia berharap, Batam Expo bisa seperti Hanover Expo di Jerman atau Nan Jing City di China. ”Tanpa diminta, pasti orang akan datang. Kita harap Batam bisa seperti itu. Namun, ini butuh waktu dan proses yang panjang,” tuturnya.

Seiring dengan Visit Batam, lanjut Dahlan, Batam Expo diharapkan bisa menggaet pengunjung bukan hanya dari Batam, tapi juga dari luar Batam dan negara tetangga. ”Kita lihat semakin tahun, kualitas dan produk yang ditawarkan di Batam Expo semakin baik,” jelasnya.

Setelah membuka pameran ini, Dahlan beserta rombongan berkeliling meninjau stan-stan pameran. Tak lupa, Dahlan menerima berbagai macam souvenir dari dari para peserta stan.

Untuk memeriahkan acara, panitia juga menggelar berbagai macam kegiatan seperti hiburan oleh artis lokal dan ibu kota, berbagai macam perlombaan serta siraman rohani dan dialog interaktif dengan Ustad Yusuf Mansyur. ***

DRYDOCKS WORLD GRAHA MULAI OPERASI

Batam, 5/5 (ANTARA) - Drydocks World Graha mulai beroperasi mengerjakan kapal pesanan, Rabu, paska kerusuhan antar pekerja, Kamis pekan lalu (22/4).

"Hampir seluruh departemen sudah dimulai, termasuk produksi," kata Senior Manajemen Drydocks World Graha, Bahrum, di Batam.

UPAH PEKERJA SUB KONTRAKTOR DRYDOCKS BELUM PASTI

Batam, 5/5 (ANTARA) - Upah sekitar 9.000 pekerja sub kontraktor Drydocks World Graha sepanjang waktu tidak bekerja pascakerusuhan antar pekerja Kamis (22/4) belum pasti diberikan.

"Kami hanya menjamin untuk karyawan tetap. Untuk sub kontraktor, nanti dibicarakan," kata Manajer Sumber Daya Manusia Drydocks World Graha Wilhemus Fernandes di Batam, Rabu.

Rabu, 05 Mei 2010

Inflasi Batam membaik

Rabu, 05/05/2010 (sumber Bisnis Indonesia)

BATAM: Tingkat inflasi di Kota Batam semakin membaik pada April 2010 dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 0,25%.

Endang Retno, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, mengungkapkan laju inflasi di kota itu mulai mengalami perbaikan pada April 2010.

"Pada April 2010 di Kota Batam hanya terjadi inflasi sebesar 0,03%," ujarnya kemarin.

Dia menjelaskan tingkat inflasi Batam yang tercatat di BPS pada Januari, Februari dan Maret 2010 masing-masing sebesar 1,26%, 0,19% dan 0,25%.

Dengan demikian, laju inflasi di kota itu pada April 2010 turun sebesar 0,22% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

"Perbaikan tersebut utamanya disebabkan terjadinya penurunan indeks harga konsumen (IHK) pada kelompok bahan makanan sebesar 0,73%."

Selain itu, papar dia, didukung oleh IHK kelompok transpor, komunikasi serta jasa keuangan yang tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan Maret 2010.

Meskipun relatif lebih kecil, IHK untuk kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, masih naik sebesar 0,72%.

Menurut dia, kenaikan IHK juga masih terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,16%.

Kemudian kelompok sandang sebesar 0,41%, kelompok kesehatan 0,13%, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01%.

"Dengan demikian, laju inflasi tahun kalender (Januari--April) 2010 di Kota Batam hanya sebesar 1,74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 3,63%."

Kepala Kantor Bank Indonesia Batam Elang Tripraptomo mengemukakan laju inflasi Kota Batam sepanjang tahun ini diproyeksikan hanya sebesar 1%-4% atau masih berada di bawah asumsi inflasi nasional yang mencapai 1%-5%.

"Faktor-faktor yang memberi tekanan pada inflasi Batam dalam 3 bulan terakhir hanya diakibatkan dinamika perdagangan yang bersifat musiman."

Dia menunjuk contoh distribusi barang yang terhambat akibat cuaca yang kurang baik serta tingginya permintaan barang-barang konsumsi oleh masyarakat di kota itu pada saat perayaan Imlek. (k40)

Bisnis Indonesia

GTI beroperasi kembali hari ini

Rabu, 05/05/2010 (sumber Bisnis Indonesia)
BATAM: PT Graha Trisaka Industry (GTI/Drydocks World Graha) masih menghentikan aktivitas proyek yang dikerjakan oleh perusahaan-perusahaan subkontraktor sampai waktu yang belum ditentukan.
GTI sendiri akan mulai beroperasi per 5 Mei hari ini.

Semua Karyawan Subkontraktor PT Drydocks Bisa Bekerja





Ditulis oleh Redaksi ,
Rabu, 05 May 2010 08:14 (sumber Batam Pos,versi asli)

Sebanyak
10.556 pekerja subkontraktor dan pekerja yang disuplai oleh pengerah jasa tenaga kerja ke PT Drydocks World Graha bisa bernafas lega. Pasalnya, manajemen perusahaan shipyard ini akan tetap mempekerjakan mereka secara bertahap.
”Kita upayakan dalam sebulan ini semua bisa bekerja kembali, mengingat banyak pekerjaan yang mendesak dikerjakan,” ujar asisten manajer HRD PT Drydocks World Graha, Simon, Selasa (4/5).
Simon menambahkan, hari ini Rabu (5/5), tidak hanya 2.080 karyawan PT Drydocks World Graha yang kembali bekerja, tapi sejumlah karyawan dari subkontraktor juga sudah mulai bekerja.

IMPOR BARANG DARI SINGAPURA TURUN 4,17 PERSEN

Tanjungpinang, 4/5 (ANTARA) - Impor barang yang dilakukan sejumlah pengusaha di Provinsi Kepulauan Riau selama Februari 2010 mengalami penurunan sebesar 4,17 persen dibanding bulan sebelumnya, kata pejabat berwenang.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau (Kepri) Mangaputua Gultom, Selasa mengatakan, produk impor di Kepri terbesar berasal dari Singapura dengan nilai sebesar 461,83 juta dolar AS atau 57,96 persen dari keseluruhan impor provinsi itu pada Februari 2010.

"Singapura juga merupakan negara tujuan ekspor Provinsi Kepri selama Februari 2010 dengan nilai terbesar yaitu mencapai 660,15 juta dolar AS atau sebesar 63,87 persen dari total ekspor Februari 2010. Ekspor ke Singapura pada saat itu mengalami penurunan dibanding keadaan bulan Januari 2010, yaitu sebesar 23,03 persen," kata Gultom.

Sedangkan impor dari Malaysia menempati urutan kedua pada bulan Februari 2010 dengan nilai 97,79 juta dolar AS (12,27 persen). Impor dari negara Malaysia pada bulan Februari 2010 mengalami kenaikan sebesar 108,60 persen dibanding bulan sebelumnya.

Sementara Jepang menjadi negara pemasok barang impor ke Provinsi Kepulauan Riau terbesar ketiga selama Februari 2010 dengan nilai impor sebesar 65,32 juta dolar AS (8,20 persen).

Impor dari Jepang pada Februari 2010 mengalami peningkatan sebesar 2,15 persen dibanding bulan sebelumnya.

Negara-negara pemasok barang impor ke Kepri lainnya selama bulan Februari 2010 yang mempunyai peran cukup besar adalah China dengan nilai impor sebesar 43,86 juta dolar AS (5,50 persen), Amerika sebesar 43,81 juta dolar AS (5,50 persen), Jerman sebesar 11,77 juta dolar AS (1,48 persen), Austria sebesar 10,43 juta dolar AS (1,31 persen), Taiwan sebesar 8,55 juta dolar AS (1,07 persen), Thailand sebesar 6,80 juta dolar AS (0,85 persen), dan Philipina sebesar 5,67 juta dolar AS (0,71 persen), katanya.

Ia mengatakan, nilai impor Provinsi Kepri pada Februari 2010 mencapai 796,84 juta dolar AS atau turun 2,29 persen dibanding impor Januari 2010.

Nilai impor migas pada bulan Februari 2010 mencapai 141,96 juta dolar AS atau naik 78,06 persen dibanding Januari 2010.

Sedangkan nilai impor nonmigas pada bulan Februari 2010 mencapai 654,88 juta dolar AS atau turun 11,00 persen dibanding Januari 2010.

Selama Februari 2010 impor nonmigas terbesar adalah mesin atau peralatan listrik dengan nilai 235,63 juta dolar AS atau 35,98 persen dari total impor nonmigas, demikian Mangaputua Gultom.

(T.KR-NP/B/A035/C/A035) 04-05-2010 06:38:43 NNNN

Copyright © ANTARA

WALI KOTA BATAM AKAN REKOMENDASIKAN PERBAIKAN KETENAGAKERJAAN

Batam, 4/5 (ANTARA) - Wali Kota Batam Ahmad Dahlan memimpin tim inventarisasi kasus PT Graha Trisaka Industri untuk disampaikan ke Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dengan rekomendasi bagi perbaikan iklim ketenagakerjaan dan investasi.

Selasa, 04 Mei 2010

Seharusnya Musthofa Bijaksana





Written by madi
Selasa, 04 Mei 2010 (sumber Tribun Batam,versi asli)

BATAM, TRIBUN - Komisi III DPRD Batam sudah menjadwalkan pemanggilan terhadap Ketua BP Batam, Ir Mustofa Widjaya, untuk menjelaskan alasan kenapa meneken kenaikan tarif air PT Adhya Tirta Batam (ATB). Komisi III menilai kenaikan tarif itu dilakukan secara sepihak sehingga memberatkan masyarakat.

Ketua Komisi III Jahuin Hutajulu mengaku sudah melayangkan surat mengundang Mustofa Widjaya, Kepala Kantor Air, dan manajemen PT ATB untuk hadir dalam rapat dengar pendapat di DPRD, Kamis mendatang.

“Dalam undangan, kami minta supaya mereka hadir dan memberi penjelasan terkait kenaikan tarif air,” kata Jahuin, Senin (3/5).

Sebelumnya, Yayasan Lembaga Konsumen Batam (YLKB) sudah melayangkan surat ke Komisi III agar dalam rapat pembahasan kenaikan tarif air bisa dilibatkan. Soalnya, beberapa konsumen ATB membuat pernyataan sikap yang intinya menolak kenaikan tarif air tersebut.

Mereka meminta ATB meningkatkan pelayanan seperti mengganti meteran yang telah berumur 10 tahun, agar pembacaan meteran lebih akurat. Warga juga meminta perjanjian konsesi OB-ATB perlu ditinjau kembali oleh Pemko dan DPRD Batam.

Pemko dan DPRD juga diminta menerbitkan Perda tentang air bersih, yang isinya tentang pihak yang berwenang menaikkan tarif air, sistem pendistribusian air bersih, standar pelayanan minimum (SPM) konsumen, dan lainnya. Konsumen mengusulkan agar setiap ada rencana kenaikan tarif air bersih terlebih dahulu disosialisasikan selama tiga bulan, ke publik dan rencana kenaikan tarif tersebut harus disetujui wali kota dan direkomendasikan oleh DPRD Batam.

Warga juga mengusulkan agar dibentuk Dewan Air Kota Batam oleh Pemko dan DPRD, yang sifatnya independen. Mereka juga meminta agar pencurian air bersih yang dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, ditindak sesuai hukum yang berlaku, serta menolak surat keputusan kenaikan tarif air bersih yang di teken BP Batam.

Sekretaris Komisi III DPRD Batam, Yunus Muda, menyebut Komisi III akan memanggil Ketua BP Batam Mustofa Widjaya, ATB, dan BPPSPAM (Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum) untuk menjelaskan kajiannnya terkait kenaikan tarif air ini.
“Kita akan memanggil Otorita Batam, ATB, dan kantor Air untuk menjelaskan kenapa ini diteken tanpa melibatkan DPRD Batam. Seharusnya Mustofa lebih bijaksana dalam permasalahan tarif ini. Kita heran, tidak pernah membahasnya tiba-tiba diteken kenaikan tarif air,” sebutnya.

Wakil Ketua Komisi III, Siti Nurlaila, mengatakan tidak ada dalam rekomendasi dewan untuk menaikkan tarif air. “Kita heran ATB menyebut ada rekomendasi kenaikan padahal tidak ada,” katanya.
Sedangkan anggota Komisi III, Jeffry Simanjuntak, menegaskan tetap menolak kenaikan tarif air. Selesai reses, DPRD akan menindaklanjuti dengan mengagendakan pemanggilan OB, dan ATB.

Kenaikan tarif air dilakukan setelah Ketua BP Batam meneken surat kenaikan tarif pada 31 Maret lalu. Rata-rata sebesar 18 persen dan sangat memberatkan di saat kondisi perekonomian sedang lesu, apalagi kenaikan tarif air mulai berlaku Mei 2010 dan penagihan bulan berikutnya.

Ketua LSM Gebrak, Uba Ingan Sigalingging mengatakan ada 10 point alasan untuk menolak kenaikan tarif air di Batam. Ia menyebut warga yang ada di pulau dan ruli merupakan warga Batam, yang harus terlebih dahulu dilayani. Ia juga mendesak pemko dan DPRD menyertakan sahamnya di ATB.

Sebelumnya Fredi Tanoto selaku Kepala Kantor Air menyebut ada lima mempengaruhi indeksasi kenaikan tarif air. Komponen yang diperhitungkan mulai air baku, penggunaan bahan kimia, energi listrik, gaji karyawan, dan biaya operasional. Untuk menutupi itu semua, ATB menaikkan tarif air sebesar 18 persen terhitung mulai 1 Mei 2010.(hat)

Investor Cina Butuh 1.195 Pekerja





Written by madi
Selasa, 04 Mei 2010 (sumber Tribun Batam,versi asli)

BATAM, TRIBUN - Investor Cina semakin berminat menanamkan investasi di Batam. Sebanyak 11 pengusaha asal negeri tirai bambu itu akan segera membuka usaha dengan nilai modal yang ditanam sekitar 13,4 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 134 miliar (kurs Rp 10 ribu).

Informasi tersebut disampaikan langsung Duta besar (Dubes) Cina untuk Indonesia, Zhang Qiyue, saat melakukan kunjungan ke Pemko Batam, Senin (3/5). Wali Kota Ahmad Dahlan usai pertemuan itu menyebutkan bahwa para investor Cina itu akan mulai beroperasi dalam waktu dekat, menunggu persetujuan akhir dari pemerintah.

“Ada sembilan investor baru dan dua perusahaan ekspansi Cina yang mengajukan aplikasi investasinya di Batam,” sebut Dahlan.

Perusahaan tersebut bergerak pada berbagai sektor mulai industri besi beton, percetakan, pembuatan mur dan baut, peralatan logam, penyedia tenaga listrik, property, dan perdagangan. Walau sebagian besar di antaranya sudah menggunakan teknologi tinggi dan minim penggunaan tenaga manusia, namun gelombang investasi ini diperkirakan akan menyerap 1.195 tenaga kerja.

Sebelumnya, tercatat sebanyak 12 investor dari negeri Cina sudah menanamkan modalnya di Batam. Perusahaan-perusahaan ini telah mempekerjakan sekitar 1.103 pekerja lokal dan 41 tenaga kerja asing (TKA).

Saat ini terhitung sebanyak 164 Jumlah TKA asal Cina yang bekerja di Batam per Januari 2010. Mereka tersebar di 44 perusahaan.

Dahlan juga mengungkapkan bahwa pemerintah Cina menawarkan pemberian pinjaman lunak kepada Pemko Batam. Namun dia tidak menyebutkan berapa besaran pinjaman yang ditawarkan tersebut karena Pemko akan mengkaji terlebih dulu sebelum melakukan pinjaman.

“Dia (Dubes Zhang) mengatakan pemerintahnya mengalokasikan pinjaman lunak untuk Batam, yang diperuntukkan untuk proyek infratruktur. Batam memang sangat membutuhkan berbagai penambahan infrastruktur dalam mendukung perkembangan investasi dan industri, terutama pelabuhan peti kemas (container port). Saya rasa saat ini kita butuh permanent container port untuk lebih menunjang investasi di daerah ini,” papar Dahlan.

Jika permanent container port telah ada, ungkap Dahlan, maka pembangunan Batam akan sangat signifikan. Untuk pelabuhan peti kemas ini, Dahlan menilai lokasi yang paling layak adalah Batu Ampar dan Kabil, meski tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pembangunan di tempat lain bila ada tawaran menarik dari pemerintah Cina.

Kehadiran Zhang juga untuk menyampaikan permohonan kepada pemerintah daerah supaya memberikan lebih banyak kemudahan perizinan pada para investor asing terutama dari Cina. (san)