Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Senin, 01 Maret 2010

Laporkan Supir Tak Pakai Argo!





Written by Redaksi ,
Monday, 01 March 2010 08:02 (sumber Batam Pos,versi asli)

Hari Ini, Mulai Berlaku di Bandara

HANG NADIM (BP) – Para supir taksi di Bandara Hang Nadim hari ini, Senin (1/3) secara resmi mulai menerapkan sistem argo dalam pentarifannya. Jika nantinya ada supir yang tidak menerapkannya, penumpang diimbau untuk melaporkan ke Forum Komunikasi Pengemudi Taksi Bandara (FKPTB), yang ada di Bandara Hang Nadim.


Ketua FKPTB, Hardi Oyong menyebut, kesiapan dan keseriusan pihaknya tersebut hendaknya juga didukung penuh oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam dan masyarakat pengguna taksi itu sendiri.
”Seluruh anggota sudah siap. Konsekuensi untung rugi baik supir dan penumpang mari kita hadapi dengan elegan,” kata Oyong, Minggu (28/2).


Untuk tarif argo taksi yang berlaku, sebut Oyong, sekali buka pintu dikenakan biaya Rp5 ribu. Ongkos akan bertambah setiap kilometernya sebesar Rp3.500. Sedang biaya waktu tunggu per jamnya Rp35 ribu.
Biaya yang harus dikeluarkan penumpang sebelum menggunakan argo dengan jarak tempuh 15 km adalah Rp65 ribu. Sedangkan setelah menggunakan argo hanya Rp55 ribu. Sehingga terdapat selisih sebesar Rp5 ribu.


Oyong menjelaskan kerugian dan keuntungan pengemudi taksi bandara setelah menerapkan argo meter. Jika konsumen menumpang dengan jarak tempuh di bawah 15 km akan dapat keuntungan senilai Rp5 ribu. Namun bila jarak tempuh 25 km ke atas pengemudi yang mendapatkan keuntungan Rp5 ribu. (cr3)

Kebakaran Lahan Terus Terjadi





Written by LARNO ,
Monday, 01 March 2010 07:53 (sumber Batam Pos,versi asli)

Ruko dan Mobil Nyaris Dilalap

KEBAKARAN lahan yang melanda Batam belum berakhir. Minggu (28/2) kemarin, setidaknya lima lokasi di Batam terbakar. Salah satu tempat yang terbakar adalah lahan kosong yang terletak di belakang Ruko Mega Indah, Seipanas, Batam Centre, Batam.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Lokasi kebakaran yang terletak di antara ruko, gudang koperasi milik OB dan Perumahan Griya Mas membuat panik para warga setempat.

”Menurut warga api berawal dari sampah yang sengaja dibakar di belakang Perumahan Griya Mas,” ujar Priyono, salah seorang petugas pemadam kebakaran yang berada di lokasi kejadian.

Petugas pemadam kebakaran dibantu oleh puluhan warga berusaha keras memadamkan api agar tidak mendekati ruko Mega Indah yang terletak sangat dekat dengan titik kebakaran.

Angin yang bertiup kencang membuat api berkobar sangat cepat. Hal tersebut membuat warga semakin panik, karena di sekitar ruko tersebut banyak terdapat ban bekas dan mobil-mobil yang dalam perbaikan di sebuah bengkel di sana. ”Kami takut ruko dan mobil-mobil yang sedang dalam perbaikan terbakar,” ujar seorang warga, Dodik.

Beruntung, dua unit mobil PBK Otorita Batam (OB) dikerahkan untuk menjinakkan api berhasil menjinakkan api sebelum sempat membakar ban-ban tersebut.

Menurut Priyono, selain di belakang ruko Griya Mas masih banyak tempat lain yang terbakar. Di antaranya hutan depan Perumahan Odesa yang cukup dekat dengan Bandara Hang Nadim, lahan dekat PT PLS belakang Bank Niaga.

”Pos-pos pemadam lain juga banyak terima laporan kebakaran,” pungkas Priyono.***

Lift RSOB Belum Berfungsi Pasca-Kebakaran





Written by Redaksi ,
Sunday, 28 February 2010 09:40 (sumber Batam Pos,versi asli)

SEKUPANG (BP) - Kebakaran yang terjadi di lantai empat tempat kontrol panel lift, Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) Kamis (25/2) lalu menyebabkan lift belum berfungsi sampai kemarin.

Pihak RSOB mengarahkan personel dari Direktorat Pengamanan (Ditpam) OB untuk menggotong pasien ke ruang perawatan di lantai 2 dan 3.

Humas RSOB Wawan Setiawan mengatakan saat ini, layanan perawatan sudah berjalan normal dan pasien pun sudah dikembalikan ke ruang perawatan. ”Hanya lift yang belum berfungsi. Senin nanti kita mulai perbaiki. Mudah-mudahan tak lama lagi (lift) bisa beroperasi kembali,” ungkapnya, kemarin.

Selain itu, saat kebakaran, pihaknya juga sempat mematikan seluruh jaringan listrik sebagai antisipasi kebakaran meluas. ”Namun saat ini, jaringan listrik sudah kembali normal,” katanya.

Masih menurut Wawan, pihaknya beruntung karena saat kejadian pasien tidak terlalu banyak. ”Untuk sementara waktu kita belum mengalami kendala dengan tidak berfungsinya lift,” serunya.

Saat ini, lanjut wawan, pasien yang panik sudah mulai tenang. ”Memang mereka (pasien) panik saat kejadian. Namun sudah teratasi dan sudah tenang kembali. Kami pun tidak menemukan pasien yang trauma,” lanjutnya.

Hasan, petugas bagian gizi mengaku ia dan rekannya harus bolak balik naik tangga ketika mengantarkan makanan untuk pasien. “Biasanya kita bawa troli pemanas makanan pakai lift dibawa sampai depan pintu ruang perawatan,” ungkapnya.

Namun karena lift tidak beroperasi, troli tersebut disimpan dibawah dan petugas harus bolak balik sampai tiga kal. “Kalau tidak sanggup kita minta tolong petugas keamanan untuk membawakan makanan,” imbuhnya. (vie)

5 Hektare Hutan Dam Mukakuning Terbakar





Written by Redaksi ,
Sunday, 28 February 2010 09:36 (sumber Batam Pos,versi asli)

MUKAKUNING (BP) - Setelah beberapa hari kebakaran melanda lahan kosong dan semak-semak di kawasan Batam, Sabtu (27/2) kemarin giliran Hutan di kawasan Dam Mukakuning yang terbakar sekitar pukul 11.00 WIB.

Pantauan Batam Pos, kebakaran tersebut setidaknya membuat sekitar 4-5 hektare hutan konserfasi dan resapan air tersebut menjadi ludes dilahap si jago merah.

Menurut beberapa orang yang berada di tempat kejadian, mengaku tidak ada seorang pun dari mereka yang mengetahui kapan kebakaran mulai terjadi. Mereka mengetahui ada kebakaran hanya dari kepulan asap yang terlihat dari jalan Mukakuning-Batuaji.

Tim pemadam pun tidak mampu berbuat banyak karena kebakaran berada di tengah-tengah hutan dan harus menyeberangi air untuk mencapai tempat tersebut.

“Kami sangat kesusahan melakukan pemadaman, soalnya titik api jauh dan selang tidak mencukupi,” ujar ketua regu pemadam kebakaran Pos Mukakuning, Sujono.

Sujono menambahkan saat ini stok yang ada 10 selang dengan panjang masing-masing selang 30 meter, sementara lokasi kebakaran hampir 400 meter.

Untuk memadamkan api, tim regu pemadam kebakaran terpaksa menggunakan semprotan herbisida dengan merek gajah. Selain itu, tim membuat pembatas atau pemutus jalur api sehingga tidak menjalar dan meluas. Cara itu efektif untuk melakukan pemadaman jika selang tidak bisa mencapai titik kebakaran.
Namun, akibat asap yang mengepul tidak mengganggu lalulintas dari Mukakuning menuju Batuaji dan sebaliknya.(cr1/cr2)

39 Pasien RSOB Dipindah





Written by Redaksi ,
Saturday, 27 February 2010 08:31 (sumber Batam Pos,versi asli)

Kebakaran Akibat Arus Pendek

SEKUPANG (BP) – Kasubag Humas Otorita Batam/BP Batam, Dendy Gustinandar mengatakan, kebakaran yang terjadi di lantai empat ruang perawatan Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) di Sekupang, Kamis (25/2) pukul 23.30 WIB lalu karena hubungan arus pendek yang berasal dari panel listrik.

”Kita juga masih akan menyelidikinya mengapa bisa terjadi arus pendek. Namun yang jelas tidak ada unsur kesengajaan di sini, ini musibah,” ujar Dendy kepada Batam Pos di Sekupang usai meninjau lokasi kebakaran bersama Ketua OB Batam/BP Batam, Mustofa Widjaya, kemarin.

Dendy menyebutkan, lantai empat ruang perawatan bukan merupakan ruang arsip yang menyimpan data para pasien, melainkan ruang utility tempat panel listrik, jaringan alarm dan lift.

Menurut Dendy, saat kebakaran terjadi, pihaknya langsung mengevakuasi para pasien ke tempat yang lebih aman. Pasien anak dipindah ke ruang kebidanan, pasien bayi dan orang tua yang melahirkan dipindah ke ICU. Sedangkan pasien lantai tiga dan dua dipindah ke ruang UGD.

”Jumlah pasien yang kita pindahkan sebanyak 39 orang. Dari lantai tiga kita evakuasi enam pasien dewasa. Dari lantai dua ada dua orang dewasa dan lantai satu ada 31 pasien di antaranya 123 bayi dan 13 anak-anak,” ujar Dendy.

Pantauan Batam Pos kemarin, bangunan ruang perawatan di RSOB Sekupang merupakan gedung lama yang digunakan sebagai tempat rawat inap pasien anak-anak dan ruang bayi yang melahirkan di lantai dua. Baik dari lantai satu sampai lantai tiga, lantainya masih kotor berwarna hitam bekas pijakan kaki saat para warga dan petugas RSOB mengevakuasi para pasien dan keluarganya.

Di sela-sela kunjungan tersebut, Mustofa Widjaya mengatakan, aktivitas perawatan pasien di RSOB harus secepatnya dipulihkan supaya tidak menjadi pusat perhatian warga.

”Tidak usah panik, hanya musibah. Sudah mulai normal, sebagian para pasien sudah dipindah ke lantai satu Melati dan ruang Bougenville di lantai dua. Sementara lantai tiga dan lift belum berfungsi seutuhnya, sampai puing kebakaran di lantai empat dibersihkan,” ujar Mustofa.

Alarm Tak Berfungsi, Lampu Emergency Tak Ada

Sementara itu, saat kebakaran terjadi, alarm yang menunjukkan adanya tanda bahaya kebakaran sama sekali tidak berfungsi, khususnya alarm kebakaran di ruang perawatan. Tekait hal ini, Dendy mengatakan itu akan menjadi tugas mereka untuk memeriksanya kembali.

Sementara itu, Direktur RSOB dr Alaida mengatakan, alarm RSOB tidak berfungsi karena rusak. ”Jadi tidak mengeluarkan bunyi,” ujarnya.

Selain alarm tidak berfungsi, di lokasi kejadian, tangga dan lorong-lorong di rumah sakit sama sekali tak memiliki lampu emergency. Akibatnya, ketika listrik padam saat kebakaran, semua ruangan di bangunan tua tersebut gelap gulita. Lampu penunjuk arah keluar seperti layakanya di hotel-hotel sama sekali tidak ada.

”Untunglah kami cepat dievakuasi,” ujar pasangan Rina dan Novrial, warga Legenda Malaka Blok J/16 yang saat kejadian putra pertama mereka Keja Alvarino (10 bulan) dirawat di ruang Bougenville di lantai dua RSOB, sesaat setelah dievakuasi ke ruangan kebidanan.

Putra mereka yang sempat tak sadarkan diri lebih dari 10 jam itu akibat panas dan kejang-kejang dan dirawat bersama 7 anak lainnya. Saat kejadian, ia sempat panik, sebab saat itu di tangan Keja menggelantung dua infus ditambah tabung oksigen yang terhubung ke hidung anaknya.

”Kami dibantu petugas turun dari lantai dua,” ujar Rina, sambil menggendong bayinya yang sudah sadarkan diri.

Sementara itu Zakwan, 42, yang baru diberi karunia seorang putra dari istrinya Suriati dan baru berumur dua jam ini merasa sangat cemas dan panik.

”Saya panik, ketika melihat api di lantai 4, apinya belum besar sekitar pukul 23.30 WIB, api berada di gedung belakang. Sebenarnya api masih bisa dipadamkan jika petugas keamanan bisa cekatan,” kata Zakwan.

Menurutnya, pasien dilarikan dahulu baru kemudian mereka berusaha memadamkan api. Dia mendengar suara letupan mencurigakan sejak pukul 23.00 WIB. Karena tidak mengetahui suara itu, dia lantas diam saja. Namun setelah 30 menit, dia melihat ada api dan lalu dia berteriak.

Dokter Pilih Liburan

Malam saat kejadian, Batam Pos melihat beberapa dokter berusaha memeriksa pasiennya. Ada yang melakukan pengecekan tensi darah, ada juga yang mempebaiki selang infus.

Namun, pagi harinya, Jumat (26/2) bertepatan hari libur nasional, banyak keluarga pasien yang mengeluh. Sejak dikembalikan ke kamar perawatan belum ada satu dokter pun yang memeriksa keadaan pasien seperti mengadakan pengecekan tensi darah, dan lainnya.

”Sampai pukul 11.40 WIB sekarang ini, belum ada satu pun dokter yang datang memeriksa dan menanyakan keadaan pasien. Hanya perawat saja, itu pun sekali,” ujar Thomson, 30, di ruang Bougenville.

”Beruntung putri saya tidak apa-apa. Tadi jaringan infusnya sempat mengeluarkan darah sampai ke atas, tunggu dipanggil dulu baru datang,” tambahnya.

Meski demikian, Thomson bersama istrinya Maribun yang sejak seminggu lalu berada di RSOB. Anak mereka bernama Sony T yang baru berusia empat tahun 10 bulan menderita DBD dapat memaklumi keadaan tersebut, karena semua orang panik dan terburu-buru saat terjadinya kebakaran.

Thomson juga mengatakan, pertama kali mengetahui kebakaran saat dia terjaga dan melihat ada asap yang terlihat dari tangga. Lama-kelamaan makin banyak, lantas dia pun membangunkan istrinya dan membangunkan keluarga pasien yang lain, lalu mendatangi suster jaga.

”Suster mengatakan, kita jangan panik. Santai saja dan tetap harus di tempat. Bagaimana kita bisa tenang, gumpalan asap makin pekat dan mengeluarkan bau korslet listrik. Sementara anak saya terbangun dan teriak sakit, saya makin bingung, ujar Thomson. ”Para perawat tetap mengatakan harus stay di tempat. Namun saya menyuruh istri saya mengemasi barang sambil saya menggendong anak dan turun ke lantai bawah meski perawat menghalangi,” tambahnya.

Langkah Thomson tersebut diikuti keluarga pasien lainnya. Saat tiba di tangga, para pasien dari lantai tiga juga sudah berjejal di tangga. ”Tidak perduli lagi saat itu mau jatuh atau tidak. Yang penting kami cepat sampai di lantai satu dan selamat. Sementara para orang-orang sibuk teriak kebakaran dan mencari sanak saudaranya, karena listrik mati,” ujarnya.

Thomson bersyukur, mereka tiba di luar lobby lantai satu dengan kerumunan keluarga pasien lainnya. Di sanalah mereka disuruh pergi ke ruang kebidanan. ”Kami bersyukur selamat, tapi putri kecil saya masih trauma melihat api dan gumpalan asap,” ujarnya.

Direktur RSOB dr Alaida, membenarkan kurang maksimalnya penanganan pasien pasca kebakaran. Menurutnya, tidak adanya dokter yang melihat dan menangani kondisi pasien karena kemarin merupakan hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

”Tetap ada dokter jaga yang memeriksa, cuma para keluarga pasien tidak melihat dan menyadari karena mereka masih syok,” ujarnya. (cha/nur/ros/med/cr2)

Batam Tuan Rumah Rakernas HIPMI





Written by Redaksi ,
Saturday, 27 February 2010 08:25 (sumber Batam Pos,versi asli)

BATAM CENTRE (BP) - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIV pada 3-4 Maret 2010 mendatang. Selain menggelar Rakernas, kegiatan ini juga diharapkan dapat mensukseskan program Visit Batam 2010 dengan kehadiran 500 lebih peserta dari 33 provinsi.

”Ada satu kebanggaan bagi kita, karena Batam terpilih menjadi tuan rumah. Kegiatan ini nantinya akan mendatangkan ratusan visitor dari seantero negeri ini,” ujar Ketua Umum HIPMI Kepri, Sukriadi didampingi Sekretaris HIPMI Kepri, Heri Exarial, kemarin (26/2). Rencananya, kata Sukriadi, Rakernas nanti akan dibuka langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, sehari sebelum pelaksanaan. ”Awalnya pembukaan akan dilakukan di Batam, tapi agenda presiden sangat padat, jadi terpaksa dilakukan di Jakarta,” paparnya.

Tema yang diambil dalam Rakernas kali ini yakni ”Komitmen Nasional Dalam Percepatan Pembangunan Ekonomi Bangsa”. Terkait tema Rakernas, HIPMI mengajak pemerintah meningkatkan proteksi industri kecil menengah nasional. Langkah ini dinilai paling efektif untuk menghadapi gempuran produk asing, seiring dengan adanya perdagangan bebas.

”Apalagi Batam dengan status FTZ. Jadi, di sini akan banyak dibahas seputar masalah FTZ dan lainnya. Pokoknya seluruh sektor perekonomian serta fokus kepada kepemimpinan bangsa,” tegas Sukriadi.

Dalam agenda, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan Maria Elka Pangestu, Menteri Perindustrian MS Hidayat, dan Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar akan menjadi pembicara kunci dalam Rakernas ini.

Tidak hanya itu, Sukriadi menjelaskan bahwa Rekernas kali ini juga dijadikan sebagai ajang pemanasan bagi para calon-calon Ketua Umum HIPMI pada periode berikutnya. (nie)

OPERASIONAL RS OB BELUM NORMAL USAI KEBAKARAN

Batam, 26/2 (ANTARA) - Operasional Rumah Sakit Otorita Batam, Jumat, belum normal, setelah kebakaran yang terjadi di lantai IV RSOB itu pada Kamis (25/2).

"Kita sedang konsentrasikan agar operasional RS OB tidak terganggu lebih lama, agar bisa melayani masyarakat kembali," kata Ketua Otorita Batam Mustofa Widjaya usai inspeksi ke seluruh ruangan RSOB, di Batam, Jumat.

Ia mengatakan, seluruh ruangan di lantai III masih dikosongkan, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Pasien yang berada dalam ruang rawat lantai III dipindahkan ke beberapa ruangan di RS OB yang bisa digunakan, termasuk di instalasi gawat darurat.

Tidak ada pasien yang dipindahkan ke rumah sakit lain, kata dia.

Sedangkan lantai I, II ruang periksa poli, ruang kebidanan dan ruang lainnya, beroperasi normal.

Sementara itu, kebakaran juga menyebabkan gangguan pada "lift". Teknisi RS Otorita Batam langsung mencari kemungkinan memperbaiki lift untuk mempermudah mobilitas pasien yang menggunakan kursi roda atau tempat tidur roda.

Selain pengosongan ruangan dan lift mati, operasional RS OB berjalan normal, tegasnya.

Humas RS OB Dendy Gustinandar mengatakan meski teknisi memeriksa seluruh jaringan listrik, namun pengaliran listrik di ruang periksa poli, IGD, dan ruang lainnya, berfungsi normal.

"Karena line-nya berbeda, jadi tidak masalah," kata dia.

Mengenai penyebab kebakaran, ia mengatakan masih diselidiki teknisi RS OB.

"Kemungkinan terbesar, adalah karena korsleting, namun belum dapat dipastikan," kata dia.

Jika memang karena korsleting, kata dia, teknisi RS OB juga menyelidiki apakah karena kelebihan beban atau karena usia kabel yang tua, sehingga harus diperbarui.

Seluruh jajaran OB langsung mengadakan rapat mendadak di RS OB, membahas langkah agar operasional RSOB cepat pulih.

Selain rapat, jajaran OB juga memeriksa seluruh ruangan di RSOB.

Sementara itu, pantauan ANTARA, bayi-bayi, yang saat kebakaran ditempatkan di lantai dasar dipindahkan ke ruangan bayi di lantai II. Karena lift rusak, maka tempat tidur bayi digotong oleh anggota Direktorat Pengamanan OB.

Pasien yang sebelumnya terlihat panik, juga mulai tenang. Termasuk di ruang rawan anak, Flamboyan.

Sementara itu, pelayanan poli kosong, karena hari libur nasional.

(T.Y011/B/D009/D009) 26-02-2010 12:58:42 NNNN

BP BATAM BANTAH RAZIA PRODUK ELEKTRONIK

Batam, 25/2 (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Perdagangan Bebas (FTZ) Batam membantah, ada razia barang elektronik seperti isu yang beredar di kalangan pengusaha.

"Tidak ada kebijakan razia barang elektronik di Batam. Saya sendiri heran dengan isyu itu," kata Kepala Sub Direktorat Lalu Lintas Barang dan Jasa BP Batam, Gati usai rapat koordinasi peningkatan kerja sama perdagangan bilateral antara Indonesia dengan negara-negara Kawasan Amerika Tengah dan Selatan, di Batam, Kamis.

Ia mengatakan, barang elektronik impor di Batam, sesuai dengan ketentuan, karena terdaftar saat masuk.

"Makanya, mendengar isu seperti itu, saya akan berkoordinasi ladi dengan Kementerian Perdagangan, memastikan apa di Batam benar ada razia elektronik," kata dia.

Namun, meskipun Batam adalah FTZ, kata dia, pemerintah tetap memberikan batasan untuk setiap barang yang masuk kawasan, kata dia. "Batam memang FTZ, tapi, tetap ada di Indonesia dan mengikuti ketentuan dan peraturan yang berlaku," kata dia.

Ia mengatakan jika ada barang yang beredar tidak sesuai dengan ketentuan, maka dipastikan itu barang selundupan.

"Seperti, dalam buku petunjuk penggunaan, jika tidak mencantumkan bahasa Indonesia, itu masuk ilegal," kata dia.

Menurut dia, pemerintah menerapkan berbagai aturan barang impor untuk melindungi konsumen dan produsen dalam negeri.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Indonesia Kota Batam Oka Simatupang mengatakan seharusnya, tidak ada razia di Batam, karena penerapan FTZ.

"Saya sudah tanya dengan BP Batam, mereka bilang, tidak ada razia. Ini FTZ," kata dia.

Ia mengatakan, jika benar ada razia elektronik di Batam, maka perlu diusut kepentingan razia itu. "Justru, kalau ada razia, itu yang perlu diusut," kata dia.

Menurut dia, isyu razia elektronik membuat pengusaha resah, meski hingga kini, belum ada laporan, pengusaha yang terkena razia. (T.Y011/B/F004/F004) 25-02-2010 15:43:49 NNNN

Hadirkan Lima Menteri





Written by madi
Sabtu, 27 Pebruari 2010 (sumber Tribun Batam,versi asli)

Hipmi Gelar Rakernas di Batam
Undang Profesional dan Pengusaha Muda

BATAM, TRIBUN - Kota Batam semakin mendapatkan kepercayaan sebagai tempat menggelar berbagai agenda berskala nasional. Kali ini, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) yang akan menggadakan Rapat Kerja Nasional (rakernas) di Batam pada 3-5 Maret 2010.

Rekernas ini rencananya akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun pembukaan dilakukan di Jakarta, sehari sebelum pelaksanaan rakernas di Batam. Pembukaan di Jakarta ini dilakukan seiring dengan padatnya jadwal kegiatan presiden.

Ketua panitia pelaksana Indra Gobel melalui Ketua Hipmi Kepri, Sukriadi, mengatakan walau pun dibuka di Jakarta, namun tidak akan mengganggu agenda kegiatan yang akan dipusatkan di Batam selama tiga hari tersebut.

Selama tiga hari itu, kegiatan akan diisi dengan berbagai diskusi dan rapat untuk langkah-langkah Hipmi selanjutnya. Ada pun tema yang diusung pada rakernas kali ini adalah, Komitmen Nasional dalam Penerapan Pembangunan Ekonomi Bangsa.

“Ada beberapa menteri yang akan menghadiri kegiatan ini, yakni Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Kelautan Fadel Muhamad, Menteri Negara Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan, Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Mereka semua akan mengisi beberapa agenda yang telah kami susun,” papar Sukriadi saat jumpa pers di sekretariat Hipmi Kepri di Seipanas, Jumat (26/2).

Para menteri tersebut diagendakan untuk membahas tentang pembangunan bangsa sesuai dengan bidang masing-masing. Misalnya Suharso Monoarfa, akan menyampaikan tentang pentingnya rumah murah bagi rakyat Indonesia saat diskusi yang akan dilangsungkan pada 4 Maret mendatang.
Selain itu pada rakernas ke XIV ini panitia akan membahas tentang perekonomian secara makro serta menanggapi peluang-peluang usaha yang sangat potensial untuk Indonesia.

“Hipmi juga akan membahas tentang suku bunga bank di bawah 10 persen. Wacana ini memang berasal dari Hipmi karena menurut kami, suku bunga yang ada saat ini masih terlalu tinggi,” tambahnya lagi.
Hal lain yang akan dibahas pada rakernas ini adalah tentang semangat enterpreneur (kewirausahaan) pada kalangan muda karena pangusaha muda saat ini belum mencapai satu persen dari total penduduk Indonesia.

“Kegiatan ini juga terbuka bagi organisasi profesional dan pelaku usaha muda yang ingin bergabung dengan Hipmi. Ada pun peserta yang akan menghadiri rakernas ini diperkirakan 500 orang lebih,” tambah Herry Exarial selaku sekretaris Hipmi Kepri.

Dan bagi pengusaha yang ingin menghadiri kegiatan ini bisa mengambil undangan di sekretarian Hipmi yang terletak bersebelahan dengan SPBU Seipanas.

Untuk memeriahkan kegiatan, panitia juga akan mengadakan turnamen golf yang terbuka bagi seluruh pengusaha dan sponsor yang akan memeriahkan kegiatan ini. “Para alumni Hipmi di Kepri juga bisa turut hadir dalam kegiatan ini karena akan ada pertemuan alumni Hipmi se-Indonesia yang akan dilaksanakan pada hari pertama,” tutup Herry.( man)

RSOB Dilalap si Jago Merah

Sabtu, 27 Pebruari 2010 (sumber Sijori Mandiri,versi asli)
SEKUPANG--Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB), Sekupang, Kamis (25/2) sekitar pukul 23.30 WIB, dilalap si jago merah. Kebakaran yang terjadi di ruang lantai empat, tepatnya di ruang operator lift tersebut membuat panik pasien dan keluarga, termasuk tim medis.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Begitu juga penyebab kebakaran belum bisa dipastikan. Diduga, api berasal dari hubungan pendek arus listrik.

Menurut saksi mata, Ilham yang menemani anaknya yang terbaring sakit di ruangan teratai lantai dasar,malam itu ia dikejutkan dengan suara ledakan kurang lebih tiga kali.
Penasaran, Ilham lalu keluar melihat apa gerangan suara ledakan itu. Ilham terkejut melihat kobaran api semakin membesar di lantai IV rumah sakit tersebut. Ilham lalu berteriak minta tolong hingga pihak rumah sakit berusaha memadamkan api.

Untuk menghindari jatuhnya korban, perawat dibantu keluarga pasien mengevakuasi para pasien ke lorong-lorong lantai dasar. Sebagian lain dievakuasi ke dua tempat lebih aman, masing-masing Intsalasi Gawat Darurat untuk pasien berpenyakit gawat, dan sekitar gudang farmasi untuk yang berpenyakit ringan.

"Api terlihat dari lantai empat. Nampaknya, dari ruangan operator lift," kata Ilham. Api berhasil dipadamkan satu jam kemudian setelah enam unit mobil pemadam kebaran tiba di lokasi.

Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Ipda Sony Wibisono mengatakan kasus ini masih dalam penyelidikan. Pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Namun dia menduga kebakaran itu akibat konsleting arus pendek listrik. (sm/33)